KETIK, MALANG – Pengamat politik Rocky Gerung menilai Malang memiliki peluang besar untuk menjadi arah baru nasionalisme. Menurutnya, Marhaenisme menjadi salah satu gagasan dalam membangun pijakan nasionalisme.
Terlebih lagi, saat ini anak muda sedang dihadapkan dengan kelelahan mental. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan memberikan asupan terhadap hasrat berideologi.
"Dari Malang ada arah baru nasionalisme untuk membuat kita bahkan tidak pernah lelah mengejarnya. Satu-satunya yang tersedia adalah Marhaenisme. Marhaenisme ini jalan kiri," ujarnya saat menghadiri RedTalks PDI Perjuangan Jawa Timur yang digelar di Kota Malang, Sabtu 25 Juli 2026.
Potensi Malang sebagai pusat pemikiran ideologi juga dipengaruhi oleh ekosistem anak muda dan perguruan tinggi yang berkembang pesat. Tradisi intelektual pun terbangun kuat dalam membangun nasionalisme di lintas generasi.
"Jadi betul bahwa nasionalisme akan ditempuh melintasi generasi. Hari ini, di Malang kita mulai untuk memastikan bahwa marhaen adalah kembalinya nasionalisme," katanya.
Nasionalisme yang dibangun harus mampu melampaui kepentingan politik jangka pendek. Kebebasan berpikir menjadi fondasi berdemokrasi dengan memberikan ruang untuk menyampaikan dan membantah pendapat.
"Anak muda tidak perlu tahu apa yang dipikirkan politisi, tapi tahu apa yang tidak mereka pikirkan supaya bisa jadi bahan olok-olok. Kita coba bikin entah melalui fasilitas humor, kuliah. Pastikan kita memproduksi argumentasi yang berbasis nalar," jelasnya.
Ia menilai saat ini anak muda tidak menarik diri dari pembahasan politik. Mereka cenderung berada dalam fase jenuh dan gelisah, sehingga membutuhkan jalan alternatif untuk keluar dari situasi tersebut.
"Kita semua sekarang ada dalam kondisi kegelisahan. Masyarakat yang gagal untuk punya harapan, mereka lelah secara mental. Kenapa anak muda lelah, itu karena tidak ada petunjuk ideologi apa yang mereka ingin capai," sebutnya. (*)
