Tiga Ragam Pesantren di Indonesia dari Salafiyah hingga Terpadu, Berikut Contoh dan Penjelasannya

13 Agustus 2026 04:04 13 Agt 2026 04:04

Moh. Faiz, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Tiga Ragam Pesantren di Indonesia dari Salafiyah hingga Terpadu, Berikut Contoh dan Penjelasannya

Pondok Pesantren Lirboyo adalah salah satu Pondok Pesantren Salaf di Kediri, Jawa Timur. (Foto: Instagram/@fueds.co)

KETIK, MALANG – Pesantren di Indonesia memiliki sistem pendidikan yang beragam. Perbedaan tersebut terlihat dari metode pembelajaran, kurikulum, hingga kegiatan pendidikan yang diterapkan kepada santri.

Secara umum, masyarakat mengenal beberapa model pesantren. Di antaranya pesantren salafiyah, pesantren modern atau khalafiyah, dan pesantren campuran atau terpadu. Setiap model memiliki karakteristik dalam penyelenggaraan pendidikannya. Berikut Penjelasannya:

  1. Pesantren Salafiyah
    Pesantren salafiyah dikenal dengan pembelajaran yang berfokus pada kajian keislaman klasik. Santri mempelajari berbagai kitab kuning yang membahas ilmu fikih, tauhid, tafsir, hadis, hingga ilmu bahasa Arab.
    Proses pembelajaran banyak menggunakan metode tradisional. Salah satunya sorogan, yaitu santri belajar secara individual di hadapan kiai atau ustadz. Ada pula metode bandongan atau wetonan yang dilakukan secara bersama-sama.
    Pesantren salafiyah ini mempertahankan tradisi hafalan dan pengajian kitab sebagai bagian penting dari pendidikan santri. Sistem pendidikan setiap pesantren dapat berbeda sesuai dengan kebijakan dan tradisi masing-masing lembaga.
    Salah satu contoh pesantren yang dikenal dengan tradisi salaf adalah Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pesantren ini memiliki tradisi pendidikan yang kuat dalam kajian kitab kuning.
  2. Pesantren Modern atau Khalafiyah
    Pesantren modern atau khalafiyah mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terstruktur. Pesantren jenis ini memadukan pendidikan keagamaan dengan pengetahuan umum.
    Kegiatan belajar biasanya menggunakan sistem kelas. Santri mengikuti pembelajaran dengan jadwal dan kurikulum yang tersusun. Pesantren sangat memperhatikan pada penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris.
    Untuk menunjang kegiatan belajar, pesantren modern umumnya menyediakan fasilitas pendidikan. Fasilitas tersebut dapat berupa ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, hingga sarana olahraga. Fasilitas setiap pesantren tentu berbeda.
    Contohnya Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Gontor dikenal dengan sistem pendidikan yang memadukan pendidikan keislaman, pendidikan umum, serta pengembangan kemampuan bahasa dan kedisiplinan santri.
  3. Pesantren Terpadu
    Pesantren terpadu memadukan unsur pendidikan pesantren dengan pendidikan umum. Santri tetap mengikuti pembelajaran formal sambil menjalani pendidikan keagamaan di lingkungan pesantren.
    Dalam model ini, santri dapat mengikuti sekolah formal pada pagi atau siang hari. Mereka kemudian mengikuti pengajian, kajian kitab kuning, tahfiz Al-Qur'an, atau kegiatan keagamaan lainnya.
    Model tersebut membuat kegiatan pendidikan santri mencakup pengetahuan umum dan keagamaan. Penerapannya dapat berbeda antara satu pesantren dengan pesantren lainnya.
    Contoh model ini dapat ditemukan di berbagai pesantren yang menaungi sekolah atau madrasah formal sekaligus program kepesantrenan. Salah satunya Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, yang menyelenggarakan pendidikan pesantren bersamaan dengan berbagai jenjang pendidikan formal.

Keberagaman model ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki sistem pendidikan yang tidak seragam. Setiap pesantren mengembangkan pola pendidikan sesuai dengan visi, tradisi, dan kebutuhan santrinya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pondok Pesantren Lirboyo Lirboyo Kediri Pesantren Salafi Pesantren Modern Pesantren Terpadu