KETIK, MALANG – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kecamatan Karangploso, Selasa, 29 September 2026 pagi. Ribuan wisudawan bersama orang tua dan keluarga mengikuti Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-123 Periode III Tahun 2026 dengan penuh kebanggaan.
Di tengah suasana bahagia tersebut, Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan yang menyentuh hati para lulusan.
Atas nama pribadi dan Pemkab Malang, ia memberikan apresiasi atas keberhasilan para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan di UMM.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Di balik pencapaian tersebut, terdapat doa, perjuangan, dan pengorbanan orang tua yang tidak boleh dilupakan.
“Jangan pernah melupakan orang tua. Kesuksesan yang kita raih tidak terlepas dari doa dan bakti kepada mereka. Karena itu, setinggi apa pun pendidikan dan jabatan yang kita capai, tetaplah hormati dan bahagiakan orang tua,” pesan Wabup Malang.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Malang sebagai pengingat agar para lulusan tidak hanya mengejar keberhasilan secara profesional, tetapi juga membangun kehidupan yang dilandasi nilai moral, kepedulian, dan pengabdian.
Kepada wisudawan program sarjana yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, Wakil Bupati Malang juga memberikan dorongan agar persoalan biaya tidak menjadi alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Menurutnya, berbagai peluang beasiswa saat ini terbuka bagi lulusan yang memiliki kemauan dan prestasi.
“Jangan berkecil hati karena persoalan biaya. Banyak peluang beasiswa yang bisa dimanfaatkan, baik LPDP, Beasiswa Unggulan maupun berbagai program dari yayasan. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan berusaha. Siapa yang bersungguh-sungguh, insyaallah akan diberikan kesuksesan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Tak hanya memberikan pesan kepada para wisudawan, Wakil Bupati Malang juga menyoroti besarnya kontribusi perguruan tinggi swasta (PTS) dalam perjalanan pendidikan di Indonesia.
Ia mengenang pengalamannya saat bertugas di Komisi X DPR RI bersama Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., yang kini menjabat Ketua Badan Pembina Harian UMM.
Menurutnya, sekolah dan perguruan tinggi swasta telah memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bahkan sebelum pemerintah mampu menyediakan fasilitas pendidikan negeri secara luas.
Karena itu, Wakil Bupati Malang mendorong pemerintah untuk terus memperkuat perhatian, pendampingan, dan kemitraan dengan perguruan tinggi swasta. “PTS memiliki jasa besar dalam mencerdaskan bangsa. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta harus terus diperkuat agar kontribusi yang telah diberikan dapat semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati Malang mengajak UMM memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Dengan wilayah yang luas, 33 kecamatan, dan jumlah penduduk yang hampir mencapai 2,8 juta jiwa, Kabupaten Malang menghadapi tantangan pembangunan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penanganan Angka Tidak Sekolah (ATS) dan pengentasan kemiskinan. Wakil Bupati Malang mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UMM melalui program KKN/KM yang berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan perguruan tinggi, termasuk UMM, untuk bersama-sama menghadirkan solusi bagi masyarakat. Kolaborasi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian harus terus diperkuat,” tegasnya.
Rangkaian wisuda UMM yang digelar selama empat hari, yakni 22, 24, 29 September dan 1 Oktober 2026, menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah ke fase kehidupan berikutnya.
Menurut Wakil Bupati Malang, tingginya jumlah peserta wisuda sekaligus mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap UMM sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia. (*)
