Pusdipwasbang Unitri Bakal Gelar Sarasehan Budaya Nasional, Bahas Ketahanan Budaya Nusantara

24 Juli 2026 12:33 24 Jul 2026 12:33

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pusdipwasbang Unitri Bakal Gelar Sarasehan Budaya Nasional, Bahas Ketahanan Budaya Nusantara

Pembina Pusdipwasbang Prof Wani Hadi Utomo (tengah) berfoto bersama Dekan FISIP Unitri Agung Suprodjo (kanan), Kepala Pusdipwasbang Agustinus Ghunu (kiri). (Foto: Pusdipwasbang Unitri)

KETIK, MALANG – Pusat Studi dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan (Pusdipwasbang) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) bakal menggelar Sarasehan Budaya Nasional. Sarasehan tersebut akan membahas tema 'Budaya Nusantara Sampai Kapan Bertahan?'.

Sarasehan digelar dalam rangka pembukaan Kampus III Agroedupark Unitri di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Malang pada 25 Juli 2026.

Pembina Pusdipwasbang Unitri, Prof Wani Hadi Utomo, menjelaskan terdapat pagelaran wayang kulit oleh Forum Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) bersama Unitri. 

"Seluruh elemen masyarakat kami ajak untuk memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan budaya Nusantara sebagai bagian dari jati diri bangsa," ujarnya, Jumat, 24 Juli 2026.

Prof Wani menjelaskan budaya sebagai identitas bangsa perlu dirawat melalui pendidikan, keteladanan, dan juga melibatkan seluruh elemen masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menguatkan pemahaman budaya di generasi penerus bangsa.

"Budaya tidak cukup hanya dikenang sebagai warisan leluhur, tetapi harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membangun generasi yang berkarakter melalui penguatan budaya, nilai-nilai Pancasila, dan wawasan kebangsaan," lanjutnya.

Kepala Pusdipwasbang Unitri, Agustinus Ghunu menjelaskan dialog kebudayaan menjadi momen untuk membangun kesadaran masyarakat. Masyarakat harus mengerti bahwa penting untuk melestasikan budaya.

"Dialog ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa budaya Nusantara merupakan identitas bangsa yang harus terus dirawat," ujar Ghunu.

Sejumlah budayawan dan balang nasional nantinya akan hadir dalam Sarasehan Budaya Nasional. Mulai dari  Ki Jlitheng Suparman B, Dr. Edy Purwanto Soetanto, Ki Basuki Singowijoyo, dan Ki Widodho Darmoko. Kegiatan berlanjut dengan Pagelaran Wayang Kulit untuk edukasi dan melestarikan warisan budaya. 

"Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, media publik, komunitas budaya, dan masyarakat, kami berharap nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia semakin mengakar dalam kehidupan generasi muda," jelasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pusdipwasbang Unitri Sarasehan Budaya Nasional Budaya Nasional