KKN 19 UNMER Gelar ECODROPS di Desa Pandanlandung Malang, Manfaatkan Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

1 September 2026 19:00 1 Sep 2026 19:00

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail KKN 19 UNMER Gelar ECODROPS di Desa Pandanlandung Malang, Manfaatkan Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

KKN 19 UNMER mengadakan workshop mengenai sabun di RT 11 Desa Pandanlandung, Kabupaten Malang. (Foto: KKN 19 UNMER)

KETIK, MALANG – Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 19 Universitas Merdeka Malang (UNMER) melaksanakan program kerja ECODROPS (Eco Collection & Processing of Used Cooking Oil) di RW 02 Dusun Krajan, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. 

Program ini berfokus pada pengelolaan minyak jelantah rumah tangga melalui kegiatan pengumpulan, edukasi, serta pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai guna berupa sabun dan lilin aromaterapi.

Permasalahan minyak jelantah menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan ini karena minyak bekas dari aktivitas memasak masih sering dibuang begitu saja. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan pencemaran lingkungan apabila dilakukan secara terus-menerus. 

Program ECODROPS dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan minyak jelantah. Minyak bekas dari aktivitas memasak masih sering dibuang begitu saja, sehingga apabila dilakukan secara terus-menerus dapat berdampak pada lingkungan. 

Melalui program ini, mahasiswa KKN memperkenalkan alternatif pengelolaan minyak jelantah sekaligus mendorong masyarakat untuk mulai memilah dan mengumpulkan limbah rumah tangga tersebut.

Foto KKN 19 UNMER mengikuti kegiatan bazar di Desa Pandanlandung, Kabupaten Malang. (Foto: KKN 19 UNMER)KKN 19 UNMER mengikuti kegiatan bazar di Desa Pandanlandung, Kabupaten Malang. (Foto: KKN 19 UNMER)

Pada tahap awal pelaksanaan program, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi kepada masyarakat RW 02 Dusun Krajan, Desa Pandanlandung. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta memperkenalkan potensi pemanfaatannya.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah yang sudah tidak digunakan tidak harus langsung dibuang. Minyak tersebut masih dapat dikumpulkan dan diolah kembali menjadi produk tertentu melalui proses pengolahan yang sesuai.

Setelah kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN mendukung proses pengumpulan minyak jelantah dengan membuat dan mendistribusikan stan drum minyak jelantah ke masing-masing RT di wilayah RW 02. 

Fasilitas tersebut digunakan sebagai tempat pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat sebelum dikumpulkan dan diproses lebih lanjut.

Foto Ketua kelompok KKN 19 UNMER melakukan pendistrubusian drum ke RT 9 Desa PandanLandung, Kabupaten Malang. (Foto: KKN 19 UNMER)Ketua kelompok KKN 19 UNMER melakukan pendistrubusian drum ke RT 9 Desa Pandanlandung, Kabupaten Malang. (Foto: KKN 19 UNMER)

Dengan adanya stan pengumpulan tersebut, masyarakat memiliki tempat yang lebih mudah dijangkau untuk mengumpulkan minyak jelantah. Sistem ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga secara bersama-sama.

Setelah minyak jelantah dikumpulkan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi. Workshop melibatkan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan Karang Taruna.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik secara langsung mengenai tahapan pengolahan minyak jelantah. Dengan praktik tersebut, masyarakat mendapatkan pengalaman langsung dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bernilai.

Pada pembuatan sabun, minyak jelantah terlebih dahulu melalui proses penyaringan untuk mengurangi kotoran dan sisa bahan makanan. Minyak yang telah disiapkan kemudian diproses bersama bahan pendukung lainnya hingga menghasilkan campuran yang dapat dicetak menjadi sabun. 

Proses tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna menjadi produk yang dapat digunakan melalui pengolahan yang sesuai.  

Produk sabun dan lilin aromaterapi hasil pengolahan minyak jelantah selanjutnya dikemas agar lebih menarik, praktis, dan memiliki nilai jual. Sabun dikemas menggunakan kemasan kotak kayu dengan tambahan kertas roti yang dilengkapi identitas dan informasi produk, sedangkan lilin aromaterapi dikemas menggunakan wadah kayu seperti besek yang disesuaikan dengan bentuk produk. 

Selain itu, ditambahkan tatakan sebagai pelengkap kemasan memberikan kesan alami dan ramah lingkungan. Pengemasan ini tidak hanya berfungsi untuk melindungi produk, tetapi juga menjadi bagian dari branding ECODROPS sehingga produk terlihat lebih menarik dan siap dipasarkan kepada masyarakat.

Pelaksanaan workshop mendapat sambutan positif dari masyarakat. Peserta terlihat antusias mengikuti proses pembuatan produk, mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses pencetakan. Kegiatan praktik secara langsung juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat mengenai cara sederhana memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk yang lebih bernilai.

ECODROPS tidak hanya diarahkan untuk mengurangi limbah minyak jelantah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi lokal. 

Produk sabun dan lilin aromaterapi yang telah dihasilkan masih dapat dikembangkan, baik dari segi bentuk, aroma, kemasan, maupun pemasaran. Dengan pengelolaan yang baik, produk tersebut berpotensi dikembangkan menjadi salah satu produk kreatif masyarakat.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa juga mendorong masyarakat untuk memahami bahwa keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada kegiatan yang dilakukan selama masa KKN, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. 

Pengumpulan minyak jelantah dapat dilakukan secara rutin, sementara hasil pengumpulan tersebut dapat dimanfaatkan kembali melalui kegiatan produksi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat.

Mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman bahwa keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada kegiatan selama masa KKN, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

Pengumpulan minyak jelantah dapat dilakukan secara rutin, sedangkan hasil pengumpulannya dapat dimanfaatkan kembali melalui kegiatan produksi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat. 

"Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa minyak jelantah merupakan limbah, tetapi juga menyadari bahwa limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna. Melalui ECODROPS, kami berharap masyarakat dapat membangun kebiasaan untuk mengumpulkan dan mengolah minyak jelantah secara berkelanjutan, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat terus dilakukan meskipun kegiatan KKN telah berakhir,"ujar Ketua KKN Kelompok 19.

Dengan dukungan dan antusiasme masyarakat RW 02 Dusun Krajan, Desa Pandanlandung, program ECODROPS diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang setelah pelaksanaan KKN selesai. Pengelolaan minyak jelantah secara bersama-sama diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan produk kreatif masyarakat.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat, ECODROPS menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian terhadap pengelolaan limbah sekaligus mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Dengan keberlanjutan program, minyak jelantah yang sebelumnya hanya dianggap sebagai limbah diharapkan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kkn 19 Unmer Universitas Merdeka Malang Kampus Malang Proker Ecodrops Unmer