KETIK, MALANG – Zachcaria Esen, siswa berbakat dari SMKN 4 Malang, sukses mencatatkan torehan gemilang dalam waktu yang hampir bersamaan. Ia berhasil meraih juara ketiga pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Jawa Timur di bidang cyber security, sekaligus dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Melalui jalur SNBP, Zachcaria diterima di program studi Teknologi Informasi, Universitas Brawijaya (UB). Ia mengaku sempat terkejut dengan datangnya dua kabar bahagia tersebut secara simultan.
“Pastinya senang dan tidak menyangka bisa dapat dua pencapaian sekaligus,” ujarnya.
Keberhasilan ini bukan datang tiba-tiba. Zachcaria harus piawai menyeimbangkan dua proses yang berbeda. Di ranah akademik, ia disiplin menjaga konsistensi nilai rapor sebagai syarat utama SNBP.
“Kalau untuk sekolah, saya fokus mengerjakan tugas rutin. Biasanya kalau itu konsisten, nilainya bisa tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, untuk mengasah keahlian cyber security, ia aktif berlatih bersama tim dan mengikuti berbagai ajang kompetisi sejak duduk di kelas 11.
“Persiapan lomba sudah dari kelas 11, jadi dilatih pelan-pelan. Tidak langsung siap, tapi prosesnya bertahap,” jelasnya.
Pengalaman bertanding di Universitas Telkom Surabaya dan Universitas Dinamika Surabaya menjadi modal kuat sebelum ia terjun ke LKS Jatim. Namun, tantangan terberat baginya menjaga kepercayaan diri di tengah persaingan yang ketat.
“Sempat merasa kurang yakin karena lawannya juga bagus-bagus. Jadi tidak menyangka bisa masuk tiga besar,” ungkapnya.
Ia menilai capaian yang diraih merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani secara konsisten di dua bidang berbeda, baik akademik maupun kompetisi.
“Ke depannya harus lebih teliti lagi dan tidak boleh meremehkan lawan,” katanya.
Dalam menjalani keduanya, Zachcaria berusaha membagi waktu antara kewajiban sekolah dan latihan. Waktu sepulang sekolah hingga masa dispensasi dimanfaatkan untuk tetap produktif.
“Kalau tidak ada lomba, latihan setelah pulang sekolah. Kalau ada dispensasi, waktunya dipakai untuk latihan lebih fokus,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa selain usaha, dukungan orang tua dan doa menjadi bagian penting dalam proses yang dijalaninya.
“Ibadah itu wajib, dan doa orang tua juga sangat berpengaruh,” tambahnya.
Dua capaian yang diraih dalam waktu yang berdekatan tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi dalam menjalani proses, baik di bidang akademik maupun nonakademik, dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.
Ke depan, Zachcaria berencana melanjutkan minatnya di bidang teknologi informasi serta terus mengembangkan kemampuan, termasuk melalui kompetisi di jenjang perkuliahan.
“Ingin tetap lanjut di bidang ini, dan kalau ada kesempatan, ingin ikut lomba lagi saat kuliah,” pungkasnya.(*)
