KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) punya cara unik dalam memperingati momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Anggaran sebesar Rp5 miliar disiapkan untuk memacu publikasi dan jiga hilirisasi ilmu pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa.
Rektor Unisma, Prof Junaidi menjelaskan bantuan anggaran yang diberikan dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian. Tak hanya itu dosen dan mahasiswa dipacu untuk melakukan publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi maupun prosiding internasional bereputasi.
"Untuk kepentingan ini, Universitas Islam Malang telah menganggarkan biaya publikasi dan hilirisasi yang cukup. Bahkan insya Allah di tahun 2026 ini secara kumulatif anggaran mencapai Rp5 miliar," ujarnya, Senin 17 Agustus 2026.
Bahkan usai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Unisma memberikan penghargaan kepada dosen-dosen berprestasi. Beberapa di antara mereka banyak yang berhasil melakukan publikasi maupun pendanaan pengabdian kepada masyarakat.
"Pemberian penghargaan kepada dosen-dosen yang berprestasi tadi memang banyak dosen yang kita beri penghargaan sebagai bentuk apresiasi kita atas kinerja mereka. Baik di bidang penelitian, kemudian pengabdian masyarakat, dan juga tentu di bidang pendidikan," lanjutnya.
Apresiasi tersebut tak hanya didasarkan pada penilaian tim dari Unisma. Beberapa dosen yang mendapat penghargaan dari pemerintah pun mendapat penghargaan tambahan dari Unisma.
"Beberapa dosen tadi itu misalnya yang berprestasi di bidang eksakta, kita memberikan tambahan penghargaan dari penghargaan yang sudah diberikan oleh pemerintah," katanya.
Di sisi lain, Prof Junaidi menyebut peringata Hari Kemerdekaan ini menjadi momen untuk merefleksikan kembali perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Perjuangan tersebut dilanjutkan dengan mewujudkan visi pengembangan Unisma dalam menjadi perguruan tinggi yang unggul bertaraf internasional untuk memberikan kemaslahatan.
"Kita sebagai warga Unisma memiliki hak, kewenangan untuk mengelola organisasi, perguruan tinggi secara mandiri untuk kepentingan bangsa dan negara. Tentu dalam pengelolaan secara mandiri ini ada koridor-koridor aturan yang ada," pungkasnya. (*)
.png)