KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan prestasinya pada dunia. Dosen Program Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD), Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd., membawa gagasan terkait ketangguhan diri dalam pendidikan ke forum internasional bergengsi di Australia pada 44th Annual Internasional Society for Teacher Education (ISfTE) Seminar yang berlangsung selama sepekan.
Seminar ini diadakan mulai Jumat 27 April hingga 1 Mei 2025 di Adelaide University, Adelaide, Australia. Dalam mengikuti kegiatan tersebut, Khusnul Khotimah, Mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana UM difasilitasi melalui program unggulan, yakni UM-Global Immersion Experience (UM GIE).
Program UM GIE sendiri telah menjadi salah satu strategi kampus untuk memperluas jejaring akademik internasional dan dapat meningkatkan daya saing mahasiswa pascasarjana di tingkat global. Dengan adanya program ini, peserta diberi kesempatan untuk mengikuti forum ilmiah internasional, menciptakan kolaborasi penelitian, hingga bisa mempresentasikan hasil riset kepada akademisi dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Khusnul memaparkan artikel ilmiah dengan judul "Global Research Trends on the Role of Self-Resilience in Education" yang membahas peran ketangguhan diri (self-resilience) pada dunia pendidikan dalam tren riset global.
Khusnul Khotimah, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana UM membawa gagasan tentang ketangguhan diri di forum internasional ISfTE. (Foto: Humas UM)
Melihat era sekarang dengan tingginya tekanan sosial, perkembangan teknologi, hingga tantangan kesehatan mental pada proses belajar peserta didik di berbagai dunia, topik yang dibawa oleh Khusnul dinilai semakin relevan.
Studi tersebut memperlihatkan bahwa ketangguhan diri menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan.
“Ketangguhan diri bukan hanya kemampuan bertahan dalam situasi sulit, tetapi juga kemampuan peserta didik untuk berkembang dan tetap produktif di tengah perubahan global yang sangat cepat,” jelas Khusnul pada forum seminar internasional tersebut.
Di tahun ini, Seminar ISfTE Mengusung tema "Culture, Language and Learning: Teacher Education for a Flourishing Life" yang menyoroti kemampuan seorang guru dalam merespon perubahan global, mulai dari keberagaman budaya dan bahasa, disrupsi teknologi, krisis ekologis, hingga ketimpangan sosial yang saat ini masih terjadi di penjuru dunia.
Dalam seminar tersebut, Khusnul tergabung pada kelompok diskusi dengan tema "The Role and Contribution from Education in Ending Injustices and Discrimination" yang membahas kontribusi pendidikan dalam menghapus ketidakadilan dan diskriminasi melalui pendekatan pembelajaran yang inklusif.
Seminar ini tak hanya mempresentasikan makalah, tetapi juga menghadirkan sejumlah pembicara utama yang membahas isu strategis pendidikan global. Yakni Prof. Marie Brennan dari Victoria University dengan pembahasan pendidikan guru sebagai ruang counter-university.
Mikayla King dari Adelaide University mengangkat isu action research dalam mendisrupsi logika kolonial pendidikan. Sementara Assoc. Prof. Melanie Baak membahas peran generasi muda sebagai co-reseacher dalam pendidikan guru.
Dalam seminar yang dihadiri oleh peserta dari berbagai negara, partisipasi Khusnul memperkuat posisi UM sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong pendidikan dan riset di kancah internasional. Keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa akademisi UM mampu berkontribusi dalam diskursus pendidikan dunia, terutama dalam penguatan kesehatan mental dan ketahanan peserta didik.
Kegiatan ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas (Quality Education), serta poin ke-10 dalam pengurangan ketimpangan (Reduced Inequalities).
Melalui forum internasional seperti ISfTE, UM turut mendorong lahirnya sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan di tingkat global.
ISfTE sendiri adalah organisasi internasional independen yang berfokus pada pengembangan pendidikan guru melalui dialog profesional, pertukaran gagasan, serta diseminasi hasil penelitian dan praktik inovatif. Setiap tahun, organisasi ini selalu menggelar seminar internasional di berbagai seminar internasional pada berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi pendidikan lintas global.(*)
