MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025-2026 Resmi Berakhir, Final Meriah di Stadion Gajayana

25 Mei 2026 08:56 25 Mei 2026 08:56

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025-2026 Resmi Berakhir, Final Meriah di Stadion Gajayana

Seluruh peserta dan finalis MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025–2026 berfoto bersama usai pertandingan final di Stadion Gajayana, Minggu (24/5/2026). Kompetisi sepak bola putri tingkat SD ini diikuti ribuan siswi dari Malang Raya sebagai wadah pengembangan bakat sepak bola usia dini. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Djarum Foundation bersama MilkLife kembali menghadirkan pertandingan sepak bola dengan tiga kategori usia bertema “MilkLife Soccer Challenge Malang Seri 2 2025–2026” yang berlangsung sejak 21 Mei 2026 dan diakhiri dengan pertandingan final pada Minggu, 24 Mei 2026, di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Pertandingan ini diikuti oleh 2.161 siswi dari 112 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari Malang dan sekitarnya. Kompetisi ini menyisakan empat sekolah yang berhasil maju ke babak final, yakni pada final KU 10, SDN Tulungrejo 02 melawan SDN Tunjungsekar 3, serta final KU 12, yaitu SDN Lowokwaru 03 versus SDN 3 Pandanlandung.

MilkLife Soccer Challenge mempertandingkan format 7 vs 7 untuk kategori usia KU 10 dan KU 12. Pertandingan ini menjadi ajang uji ketangkasan bagi siswi di Malang dan sekitarnya melalui berbagai keterampilan sepak bola, seperti dribbling, passing dan control, 1 on 1, shoot on target, hingga penalty shoot. Dengan demikian, para siswi antar sekolah dapat bersaing dalam satu lapangan.

Pada pertandingan final KU 10, SDN Tulungrejo 02 unggul dengan skor 3-1. Kemenangan pada sesi ini membawa sekolah asal Kota Batu tersebut meraih podium juara. Sementara itu, pada pertandingan final KU 12, SDN Lowokwaru 3 mendominasi dengan skor 3-0 dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Dalam pertandingan ini, Adelice Maureen Hanum Faisal asal SDN Lowokwaru 3 Kota Malang tampil impresif dengan mencetak hat-trick pada partai final sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai top scorer turnamen dengan torehan 36 gol.

Pertandingan ini bukan hanya sekadar kompetisi sepak bola antar sekolah, tetapi juga menjadi ruang bagi para siswi untuk menunjukkan kemampuan bermain sepak bola dan membuka peluang melanjutkan pendidikan di akademi sepak bola.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge,Timo Scheunemann, mengatakan bahwa perkembangan sepak bola di Malang sangat pesat dengan hadirnya beragam akademi maupun kompetisi sepak bola. Karena itu, para orang tua tidak perlu khawatir apabila anak perempuan mereka memiliki minat di bidang sepak bola, sebab jalur menuju liga yang lebih tinggi sudah tersedia.

“Kita sudah ada MilkLife yang kita adakan di 12 kota. Sekarang di Malang sudah seri kedua. Kemudian kita ada Hydroplus Under 15, Under 18. Kita ada Campus League. Jadi perlu disampaikan kepada semua orang tua bahwa kalau anak putrinya ingin bermain bola dan punya bakat dalam hal sepak bola, jalurnya sudah ada. Sampai ke jenjang kuliah, bayangkan. Jadi ini sesuatu yang sangat spesial,” ujar Coach Timo.

Saat ini, sepak bola putri juga mulai digencarkan agar semakin berkembang. Coach Timo menuturkan bahwa Malang merupakan kota dengan tradisi sepak bola yang turun-temurun, mulai dari ayah, saudara, hingga anak-anaknya. Dengan adanya pertandingan ini, para orang tua diharapkan dapat mendukung anak mereka untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang sepak bola.

“Jadi saya rasa memang Malang ini pantas seperti itu dan ke depannya akan semakin kuat karena tradisi bola di Malang itu luar biasa. Anak-anak putri ini semua punya om, punya kakak, punya orang tua yang gila bola. Jadi mereka terhasut dalam konteks positif untuk bermain sepak bola. Jadi saya rasa Malang bisa seperti Bandung yang juga begitu gila bola dan tidak melihat gender, baik perempuan maupun laki-laki,” tuturnya.

Foto Coach Timo Scheunemann terus mendukung peningkatan sepak bola perempuan di Indonesia. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Coach Timo Scheunemann terus mendukung peningkatan sepak bola perempuan di Indonesia. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Sejalan dengan Coach Timo, Teddy Tjahjono selaku Program Director MilkLife Soccer Challenge juga menyampaikan bahwa Malang merupakan kota dengan sejarah sepak bola yang kuat dan memiliki klub-klub profesional ternama, sehingga jumlah peserta kompetisi ini cukup banyak.

“Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta, itu kota-kota yang memang punya sejarah dan akar yang kuat di sepak bola. Jadi pasti jumlah pesertanya juga akan banyak dan secara kualitas juga bagus,” ucap Teddy.

Tak hanya itu, Teddy juga menyampaikan bahwa MilkLife Soccer Challenge menjadi wadah bagi anak-anak, khususnya putri, yang memiliki potensi di bidang sepak bola agar nantinya dapat melanjutkan ke liga atau turnamen dengan jenjang yang lebih tinggi.

“Sebenarnya MilkLife Soccer Challenge ini menjadi wadah bagi anak-anak yang punya potensi. Kemudian mereka punya wadah berikutnya yaitu di Hydroplus Soccer League. Itu merupakan liga sepak bola putri usia 15-18 tahun yang saat ini juga sedang memasuki fase akhir,” jelasnya.

Pertandingan ini menjadi langkah awal bagi anak-anak putri di Malang Raya yang memiliki potensi untuk melangkah ke liga dan turnamen sepak bola dengan level yang lebih tinggi. (*)

Tombol Google News

Tags:

MilkLIfe Soccer Challenge Pertandingan Sepakbola Kota Malang Sepak Bola Malamg Timo Scheunemann Sepak Bola Perempuan Turnamen Sepak Bola Malang Info Malang Berita Malang