KETIK, MALANG – Para pemain film Ku Pilih Jalur Langit menyapa ratusan penggemar di Cinepolis Malang Town Square (Matos), Minggu, 12 April 2026. Film dengan latar lokasi di Malang itu berhasil menghipnotis penonton dengan kisah romansa komedi yang disuguhkan.
Kedatangan Zee Asadel, Emir Mahira, Ratu Rafa, dan Neneng Risma Wulandari disambut dengan meriah oleh penggemar dan penonton. Suasana berubah haru ketika para pemain mendapati sepasang orang tua yang tak kuasa menahan tangis usai mengantarkan buah hati mereka menonton film tersebut
Emir mengungkapkan sederet tantangan saat mendalami peran sebagai Ustaz Furqon, seorang pengajar di salah satu pesantren di Malang. Ia mengakui adanya kontras yang cukup tajam antara kepribadian tokoh tersebut dengan kehidupan aslinya.
"Tantangannya pasti ada karena kami menjadi karakter yang berbeda dengan kehidupan asli. Seperti ada pemain yang menjalani karakter sebagai seorang santriwati, kemudian saya sebagai seorang ustaz," ujarnya kepada awak media.
Tantangan kian berat lantaran Emir dan lawan mainnya hanya memiliki waktu singkat untuk pendalaman karakter. Beruntung, usaha yang mereka curahkan tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang manis.
"Itu semua harus kami dalami dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 3 minggu. Tetapi kami lumayan intensif, kami berusaha untuk menjadi karakter tersebut. Tantangannya di situ sebenarnya," lanjutnya.
Emir mengakui banyak hikmah yang dapat dipetik dari film ini, terutama mengenai pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara suami dan istri.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan dan keyakinan penuh terhadap skenario yang telah digariskan oleh Tuhan.
"Pentingnya komunikasi antara suami istri atau ke teman. Kemudian setelah kita berusaha, berikhtiar, harus ada yang namanya ikhlas. Kita harus percaya kalau otak kita ini limited secara pemikiran, percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik," katanya.
Sementara itu, Zee Asadel juga ikut menceritakan tantangan dalam memainkan perannya sebagai Amira, perempuan yang dijodohkan dengan Furqon. Ia dan Emir telah saling kenal sebelum proyek film tersebut, dan di situlah yang menjadi tantangan bagi keduanya.
"Saya sudah cukup lama kenal dengan Emir. Ini juga projek ketiga kami. Tetapi yang bedanya adalah di film ini, walaupun kami sebagai suami istri tetapi ada tembok di antara kami. Sehingga kami justru gak boleh terlalu dekat," tutur mantan anggota JKT48 itu.
Ia mengaku merasa senang mendapat kesempatan untuk memainkan peran di film Ku Pilih Jalur Langit. Terlebih film tersebut merupakan sebuah adaptasi cerita dari TikTok milik Elizasifaa dengan latar belakang di Malang.
"Film ini juga mengambil lokasi di wilayah Malang karena merupakan cerita asli dari novel ini yang memang lokasinya di Malang. Kebanyakan dari kami sudah menerima script dulu, baru tahu kalau ternyata ini based on novel dan juga cerita yang ada di TikTok," tutupnya.(*)
