KETIK, MALANG – Ustadz Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa menanamkan rasa cinta kepada Allah (Mahabbatullah) pada anak tidak bisa dilakukan secara instan. Dalam Kajian Akbar yang digelar Jam’iyah SD Islam 56 Al-Azhar, Minggu, 19 April 2026, UAS menyebut keteladanan orang tua di rumah merupakan fondasi utama sebelum anak mengenal penciptanya.
Dalam ceramahnya, ia menceritakan pertemuannya dengan seorang mualaf yang pernah memeluk berbagai agama sebelum akhirnya hatinya berlabuh pada Islam. Saat ditanya alasan memilih Islam sebagai keyakinan terakhirnya, mualaf tersebut menjawab bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan Tuhan yang tidak terlihat.
Dari kisah itu, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa sesuatu yang tidak terlihat bukan berarti tidak dapat dipahami.
Hal serupa juga berlaku pada cinta. Menurutnya, cinta tidak tampak secara kasat mata, namun dapat dikenali melalui bukti dan perilaku nyata.
“Apakah cinta itu kelihatan? Tidak. Yang kelihatan itu bukti cinta,” ujarnya di hadapan jemaah.
Karena itu, orang tua dapat mengenalkan cinta Allah kepada anak melalui kasih sayang yang terlebih dahulu tumbuh dalam diri mereka sendiri. Ketika orang tua menunjukkan kedekatan dengan Allah melalui ibadah, akhlak, dan kebiasaan baik, anak akan lebih mudah meneladani.
“Ketika ayah mendekat kepada Allah, ibu mendekat kepada Allah, maka anak juga akan ikut mendekat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa anak adalah peniru terbaik bagi orang tuanya. Apa yang dilihat setiap hari di rumah akan mudah direkam dan dicontoh, sehingga keteladanan menjadi fondasi utama dalam pendidikan anak.
Masih terkait peran orang tua di rumah, Ustadz Abdul Somad juga menyoroti pola asuh ketika ditanyai mengenai parenting. Menurutnya, orang tua tetap perlu bersikap tegas dalam mendidik anak, selama tidak menggunakan kata-kata kasar maupun tindakan yang menyakiti.
Dalam pandangannya, ketegasan orang tua kerap diberi label negatif, seperti dianggap terlalu keras, radikal, atau tidak memiliki kasih sayang. Penilaian semacam itu justru membuat sebagian orang tua takut bersikap tegas kepada anak.
Meski demikian, Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa ketegasan yang dilakukan dengan cara tepat merupakan bagian dari kasih sayang dan bentuk penjagaan agar anak tidak mudah terjerumus pada perilaku yang keliru.
Karena itu, pola asuh yang disiplin, penuh perhatian, dan dilandasi kasih sayang menjadi bekal penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era sekarang.(*)
