Temukan 200 Kasus Positif TBC, Pemkot Malang Kejar Target Pengobatan 90 Persen

30 Juli 2026 16:33 30 Jul 2026 16:33

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Temukan 200 Kasus Positif TBC, Pemkot Malang Kejar Target Pengobatan 90 Persen

Kadinkes Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan kasus TBC dan target keberhasilan pengobatan. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Penemuan kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Malang tergolong cukup tinggi, yakni sekitar 200 kasus positif. Saat ini, Pemerintah Kota Malang tengah mengejar target keberhasilan pengobatan hingga 90 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif menjelaskan tingginya angka tersebut menunjukkan kemampuan deteksi kasus sudah semakin baik. 

"Bukan tertinggi, tapi penemuan kita tinggi. Dari yang suspect atau diduga ada gejala TB, di Kota Malang ada sekitar 200 yang sudah positif," ujarnya, Kamis, 30 Juli 2026.

Pada 2025 lalu, angka keberhasilan pengobatan TBC di Kota Malang telah mencapai 85 persen. Selaras dengan target nasional, pada 2026 ini target keberhasilan pengobatan TBC ditingkatkan menjadi 90 persen.

"Jadi kita untuk 2026 berupaya bagaimana yang 85 persen ini nanti bisa menjadi 90 persen sebagai angka standar daripada angka keberhasilan pengobatan TBC di Kota Malang," lanjutnya. 

Di sisi lain, capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Kota Malang telah menyentuh 68 persen. Capaian tersebut merupakan persentase pemberian terapi pencegahan kepada masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien TBC.

"Angka kasus TBC sudah kita berikan ke aplikasi decision support system sehingga bisa kita lihat. Lurah dan Camat tinggal klik saja untuk mengetahui persentase atau tingkat penularan di setiap kelurahan," jelasnya. 

Sementara itu, keberhasilan pengobatan terhadap sekitar 200 kasus positif sepanjang 2026 ini belum dapat dievaluasi. Husnul menyebutkan, dibutuhkan waktu minimal enam bulan untuk menilai efektivitas pengobatan tersebut.

"Kalau yang 2026 itu belum bisa dievaluasi, karena pengobatan paling cepat 6 bulan. Katakanlah penemuannya Januari, nanti baru kita bisa evaluasi di akhir Juli atau awal Agustus. Itu untuk keberhasilan ataupun pengobatannya," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Tbc Kota Malang Dinkes Kota Malang Kota Malang Berita Malang Info Malang