KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mencopot signage Kayutangan Heritage di Bundaran Kayutangan setelah mengalami kerusakan. Penanda kawasan berwarna merah mencolok tersebut kini telah dilepas seluruhnya.
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond, membenarkan pelepasan tersebut. Ia menyebut pelepasan dilakukan sengaja akibat kerusakan pascakegiatan HUT Arema beberapa waktu lalu.
"Iya, sempat dirusak. Karena perbaikannya membutuhkan waktu, maka seluruh signage dilepas semua," jelasnya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Raymond mengungkapkan signage penanda kawasan Kayutangan akan dipasang kembali, namun dengan desain dan model yang berbeda total dari sebelumnya.
"Untuk model baru ini, akan menggunakan material yang dinilai lebih kuat dan tidak mudah mengalami kerusakan," tambahnya.
Kerusakan pada signage lama terutama terjadi pada bagian konstruksi, susunan huruf, serta sistem pencahayaan di sekelilingnya.
"Kalau kerusakan kemarin, itu bagian lampunya. Dan sebelumnya, kerusakan terjadi di bagian tulisannya," imbuhnya.
Ia menegaskan keberadaan signage tetap dipertahankan, meski bentuk pastinya masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
"Kita masih belum menentukan, terkait model yang sesuai. Kalau signage yang kemarin itu, tulisannya agak terlalu besar," jujurnya.
Pihak DLH belum bisa memastikan tanggal pasti pemasangan kembali. Saat ini, fokus utama adalah menentukan desain yang paling sesuai serta memperhitungkan ketahanan material agar tidak mudah rusak di kemudian hari.
"Nanti akan dibahas lebih lanjut, dan sama teman-teman di lapangan dicoba dulu," pungkasnya. (*)
.png)