KETIK, MALANG – Estafet kepemimpinan di Batalyon Kesehatan (Yonkes) 2/Yudha Bhakti Husada/2 Kostrad resmi berganti dari seorang dokter spesialis radiologi kepada dokter spesialis bedah. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) dari Letkol Ckm dr. Ucok Harianto Gumarang Urat, Sp.Rad., R.I.(K) kepada Letkol Ckm Dr. David Marlynson Purba, M.Ked. (Surg), Sp.B., M.Tr.Mil. ini dipimpin langsung oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, di Malang, Senin, 8 Juni 2026.
Diketahui, kegiatan sertijab ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi yang berkesinambungan guna meningkatkan profesionalisme serta kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.
Dalam sambutan dan arahannya, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Letkol Ckm dr. Ucok Harianto atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama memimpin satuan. Menurutnya, pejabat lama telah berhasil meningkatkan kesiapan operasional satuan serta memberikan dukungan kesehatan yang maksimal bagi prajurit dan keluarga besar Divisi Infanteri 2 Kostrad.
Di samping itu, kepada pejabat baru, yakni Letkol Ckm Dr. David Marlynson Purba, Pangdivif menaruh harapan besar agar dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian yang telah dirintis sebelumnya. Ia menekankan pentingnya menghadirkan gaya kepemimpinan yang inovatif, adaptif, dan profesional.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menegaskan bahwa peran Batalyon Kesehatan semakin strategis. Tidak hanya mendukung operasi militer, satuan ini juga dituntut hadir dalam berbagai misi kemanusiaan, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan masyarakat, serta penanganan kondisi darurat di berbagai wilayah Indonesia.
"Yonkes 2 Kostrad harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dan misi kemanusiaan. Karena itu, saya berharap seluruh prajurit terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan, dan semangat pengabdian agar selalu siap memberikan pelayanan terbaik bagi prajurit maupun masyarakat," terangnya.
Menghadapi dinamika dan tantangan global, kesiapan tenaga kesehatan militer bukan lagi sekadar elemen pendukung, melainkan pilar pertahanan yang krusial. Pada akhirnya, ketangguhan personel medis di garis depan akan menjadi penentu efektivitas gerak cepat negara, baik dalam situasi konflik maupun darurat kemanusiaan.
"Keberadaan tenaga kesehatan militer yang tangguh dan siap digerakkan menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang," pungkasnya.
