KETIK, MALANG – Dua sapi jumbo berukuran 1 ton dengan jenis Limosin dan Brangus masuk sebagai kandidat hewan kurban Presiden Prabowo di Kota Malang. Kedua sapi tersebut masing-masing milik peternak dari Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menjelaskan telah menyerahkan usulan sapi kurban Presiden Prabowo itu ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Saat ini kedua sapi masih menunggu kepastian siapa yang akan terpilih untuk dikurbankan pada Iduladha 2026 atas nama presiden.
"Kami mengusulkan dua pilihan sapi kurban untuk Bapak Presiden Prabowo. Berasal dari peternakan di Kedungkandang yang Brangus, kemudian Limosin dari Lowokwaru dengan bobot 1 ton per ekor sapi," ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Nantinya Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur yang akan menentukan sapi terpilih. Setelah itu sang peternak pun akan diundang oleh Pemprov Jatim untuk menyelesaikan transaksi pembayaran sapi kurban.
"Kita menunggu perkembangan informasi dari Dinas Peternakan Provinsi kapan hari dan tanggalnya peternak yang kita usulkan diundang. Infonya minggu ini peternak diundang ke provinsi untuk penyelesaian pembayaran," ucapnya.
Slamet menjelaskan, harga sapi yang diusulkan disesuaikan dengan kesepakatan antara Dinas Peternakan Jatim didampingi utusan Sekretariat Presiden dan peternak. Sapi yang dipilih telah dipastikan dalam kondisi sehat, tidak cacat, sudah memasuki usia sembelih, hingga poel.
"Kalau untuk peternak kebetulan disurvei, di lokasi tersebut terdapat kualitas ternak yang dimaksud tadi itu. Bobot, kesehatannya, umur, tidak cacat, kemudian sudah poel," katanya.
Sapi yang terpilih akan disalurkan melalui Masjid Sabilillah atas usulan dari Bagian Kesra Kota Malang. Namun untuk proses penyembelihan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Masjid Sabilillah.
"Penyembelihan nanti tergantung Masjid Sabilillah. Kalau diserahkan di RPH ya kita potong di RPH, atau disembelih di Masjid Sabilillah. Nanti kami koordinasikan dengan bagian Kesra dan takmir Masjid Sabilillah," ungkapnya. (*)
