28 Sekolah di Kota Malang Kekurangan Murid, 3 Tahun Berturut-turut Bakal Kena Merger

14 Juli 2026 15:58 14 Jul 2026 15:58

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 28 Sekolah di Kota Malang Kekurangan Murid, 3 Tahun Berturut-turut Bakal Kena Merger

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana menjelaskan sekolah yang kekurangan murid baru di SPMB 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Sebanyak 28 sekolah di Kota Malang mengalami kekurangan murid baru pada masa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menyebut sekolah yang kekurangan murid 3 kali berturut-turut berpotensi dilakukan merger. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana. Kondisi tersebut membuat sekitar 15 persen dari 195 SD Negeri di Kota Malang tidak dapat memenuhi kuota 28 pagu. 

"Sekitar 15 persen dari total sekolah ada 195 SD Negeri di Kota Malang yang kekurangan murid. Kita tidak serta-merta merger. Kalau memang mereka 3 tahun berturut-turut muridnya sudah kurang, baru kami merger," ujar Suwarjana, Selasa, 14 Juli 2026.

Suwarjana menjelaskan, saat ini belum ada sekolah yang mengalami kekurangan murid baru selama 3 tahun berturut-turut. Namun terdapat salah satu SD Negeri, yakni SDN Tulusrejo yang sudah 2 tahun mengalami kekurangan murid baru. 

"Tahun kemarin mendapat 2 siswa, sekarang sekitar 6 siswa. Ya nanti kita lihat tahun depan karena kami tidak serta merta (langsung merger). Harus 3 tahun berturut-turut," lanjutnya. 

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Disdikbud Kota Malang, 28 SD Negeri yang mengalami kekurangan siswa ialah SDN Gadingkasri, SDN Kiduldalem 1 dan 2, SDN Oro-oro Dowo, SDN Sukoharjo 2, SDN Blimbing 5, SDN Bunulrejo 3 dan 5, SDN Polowijen 1 dan 2, SDN Purwantoro 3, 4, 5, dan 7, SDN Purwodadi 4, SDN Wonokoyo 2, SDN Jatimulyo 1, 4, dan 5, SDN Mojolangu 2 dan 4, SDN Sumbersari 2, SDN Tlogomas 1, SDN Tulusrejo 1, 3, dan 4, SDN Tunjungsekar 4, setta SDN Pisangcandi 3.

Jana menyebut salah satu faktor banyak sekolah yang kekurangan siswa disebabkan oleh keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Ia menyangkal jika kehadiran sekolah swasta membuat SD Negeri kekurangan murid baru. 

"Faktornya keberhasilan KB, karena sekarang usia anak SD sudah berkurang. Kalau hanya karena ada sekolah swasta, enggak begitu berpengaruh karena maksimal 1000 siswa yang ada di swasta favorit. Sisanya masih sekolah negeri minded," kata Jana. (*)

Tombol Google News

Tags:

Spmb Kota Malang Kekurangan Murid Baru SPMB 2026 Kota Malang Disdikbud Kota Malang