BPBD Lumajang Ajarkan Siagara Bencana di Kalangan Pelajar

23 Juli 2026 17:12 23 Jul 2026 17:12

Abdul Fatah

Editor
Thumbnail BPBD Lumajang Ajarkan Siagara Bencana di Kalangan Pelajar

Pelatihan yang dilakukan BPBD Lumajang (Foto : Kominfo)

KETIK, LUMAJANG – BPBD Lumajang terus menanamkan siaga bencana kepada seluruh masyarakat Lumajang, termasuk kepada kalangan pelajar.

Ini dilakukan BPBD Lumajang melalui program Belajar Ilmu Bencana Sejak Dini (BELI NASI).

Edukasi tersebut digelar di SMP Assalam Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh, serta SMP dan SMA Ma'arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor, Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, Kamis, 23 Juli 2026.

Melalui pembelajaran yang interaktif, para siswa diajak memahami potensi bencana di sekitar mereka sekaligus mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri ketika situasi darurat terjadi.

Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Lumajang, Kustari Sumardi, mengatakan edukasi kebencanaan sejak dini merupakan investasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana.

"Kami ingin para pelajar memahami berbagai potensi bencana yang ada di sekitar mereka, sekaligus mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri. Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat membantu orang lain ketika terjadi bencana," ujarnya.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan ilmu kebencanaan, tugas dan fungsi BPBD, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dasar, hingga simulasi evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi. Seluruh materi disampaikan secara partisipatif agar mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan.

Menurut Kustari, sekolah memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya sadar bencana. Pengetahuan yang diperoleh para siswa diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga kesiapsiagaan menghadapi bencana semakin meluas.

"Harapan kami, budaya sadar bencana bisa tumbuh sejak dini. Ketika pengetahuan ini dimiliki para siswa, mereka akan lebih siap menghadapi risiko bencana sekaligus menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat," katanya.

Program Beli Nasi diikuti 29 siswa SMP Assalam Desa Jatisari dan 40 siswa SMA Ma'arif NU Al Ikhlas Al Muhdlor Desa Darungan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat mengikuti simulasi evakuasi yang memberi pengalaman langsung menghadapi situasi darurat.

Salah seorang peserta, Seli, mengaku kegiatan tersebut memberinya pemahaman baru tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

"Saya senang mengikuti kegiatan ini karena jadi tahu ancaman bencana yang ada di sekitar dan apa yang harus dilakukan agar bisa menyelamatkan diri ketika terjadi bencana," ungkapnya.

Tombol Google News

Tags:

BPBD Lumajang Program Beli Nasi berita lumajang hari ini