KETIK, LAMONGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 63 menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa MI Thoriqotus Salam di Desa Somosari, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Selasa, 14 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi dan praktik langsung untuk mengenalkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti siswa dan guru. Setelah itu, mahasiswa KKN menyampaikan materi PHBS dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami para siswa.
Materi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, serta memilah sampah organik dan anorganik. Siswa juga diajak mengikuti praktik langsung setelah sesi penyampaian materi.
Pemateri edukasi PHBS dari tim KKN UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 63, Naila Zhafira, mengatakan pembiasaan hidup bersih dan sehat perlu dikenalkan sejak usia dini.
"Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami materi PHBS, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Karena itu, materi kami kemas secara interaktif agar lebih mudah dipahami dan diterapkan," ujar Naila.
Menurutnya, metode praktik dipilih agar siswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Anak-anak biasanya lebih mudah memahami materi ketika disampaikan sambil praktik. Kami mengajak mereka mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar serta memilah sampah sesuai jenisnya. Harapannya, kebiasaan baik ini dapat terus diterapkan setiap hari," tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan PHBS di lingkungan madrasah, mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 63 menyerahkan dua jenis tempat sampah, yakni untuk sampah organik dan anorganik, kepada pihak MI Thoriqotus Salam.
Tempat sampah tersebut menjadi sarana pendukung bagi siswa untuk membiasakan memilah sampah sesuai jenisnya. Selain itu, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan madrasah.
Kepala MI Thoriqotus Salam, Rodli, mengapresiasi edukasi PHBS yang digelar mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya Kelompok 63. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi para siswa.
"Alhamdulillah, kegiatan PHBS ini sangat membantu. Edukasi dari teman-teman KKN membuat anak-anak lebih tahu dan mengerti bagaimana sampah ditempatkan sesuai jenisnya. Anak-anak dan guru-guru juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini," ujarnya.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus mendukung pembentukan kebiasaan baik siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari senam bersama, penyampaian materi, hingga praktik yang dipandu oleh mahasiswa KKN.
Mahasiswa KKN sedang menyampaikan materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Selasa, 14 Juli 2026 (Foto : Dokumentasi Tim PDD KKN 63 UINSA)
Salah seorang siswa kelas V MI Thoriqotus Salam, Hilwa Maulida Arfani, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan.
"Kegiatannya seru karena bisa belajar sambil bermain bersama kakak-kakak KKN. Materinya mudah dipahami karena dijelaskan dengan cara yang gampang. Bagian yang paling saya suka saat praktik memilah sampah karena jadi tahu jenis-jenis sampah. Cara mencuci tangan yang benar juga akan saya terapkan di rumah," ujarnya.
Hal senada disampaikan siswa kelas III MI Thoriqotus Salam, Dinar Almera Ramadani.
"Materinya mudah dimengerti karena disampaikan dengan cara yang seru. Saya akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya. (*)
.png)