Wujudkan Asta Cita Presiden! Pemkot Kediri Gencar PHBS Demi Generasi Bebas Stunting

22 April 2026 14:22 22 Apr 2026 14:22

Angga Prasetya, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Wujudkan Asta Cita Presiden! Pemkot Kediri Gencar PHBS Demi Generasi Bebas Stunting

Sosialisasi pencegahan stunting di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri (Foto : Angga/Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Pemerintah Kota (Pemkot Kediri) terus memasifkan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke kalangan remaja. Sosialisasi secara masif dilakukan untuk mewujudkan generasi emas bebas stunting.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hamida mengatakan, sosialisasi PHBS menjadi langkah preventif hulu untuk mencegah munculnya kasus stunting baru.

Dengan menyasar kalangan remaja putri sebagai calon ibu, diharapkan bisa memberikan pemahaman kesehatan yang mumpuni sebelum memasuki usia pernikahan.

"Harapannya ibu yang sehat akan melahirkan anak-anak yang sehat sehingga mencegah stunting. Ini adalah program dari Kemenkes, termasuk salah satu Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, mencegah stunting khususnya di Kota Kediri," kata Hamidah dalam kegiatan sosialisasi PHBS di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Rabu, 22 April 2026.

Selain langkah preventif lewat sosialisasi secara masif dengan menggandeng semua pihak, Dinas Kesehatan juga menjalankan program pemberian makanan tambahan kepada bayi berat lahir rendah.

Hingga menempatkan dokter spesialis anak di setiap puskesmas guna memberikan edukasi serta pemanganan langsung ditingkat dasar.

Aksi konvergensi itu secara masif itu berbuah hasil signifikan. Berdasarkan statistik angka stunting di Kota Kediri mengalami penurunan tren positif. Pada tahun 2024, angka stunting berada di angka 4,9 persen atau 699 anak menurun menjadi 4,6 persen atau sebanyak 680 anak pada tahun 2025.

"Di tingkat nasional, Kota Kediri mendapatkan peringkat kedua untuk penanganan stunting. Yang lalu di tahun 2023, Kota Kediri tingkat Jatim peringkat kedua," tambahnya.

Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kota Kediri, Nuzul Dwi Utami menyebut pentingnya sosialisasi PHBS diera kekinian ditengah maraknya makanan jenis junk food yang kian digemari kalangan remaja. Padahal pembatasan makanan itu perlu dilakukan untuk kesehatan tubuh jangka panjang.

"Untuk itu sosialisasi kepada remaja ini sangat penting, polanya dimulai dari sekarang, kalau baru dimulai saat hamil itu sudah agak terlambat. Prinsipnya gizi seimbang, sesuai pembagian Isi Piringku Kemenkes," kata dia.

Sosialisasi PHBS pencegahan stunting yang diikuti 250 santriwati tersebut disambut baik pihak pondok. Mereka berharap para santriwati itu diharapkan bisa menjadi agen informasi kepada santriwati lainnya sehingga upaya menekan angka stunting bisa lebih masif.

"Alhamdulillah ini materinya baik, bagaimana nanti peran pondok sebagai bagian dari elemen masyarakat adalah menyiapkan generasi-generasi yang sehat secara fisik dan mental. Mudah-mudahan bisa mensuport penurunan angka stunting," kata Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Agung Riyanto. (*)

Tombol Google News

Tags:

#kotakediri #ZeroStunting #AstaCitaPrabowo #pemkotkediri