Kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh pembinaan karakter generasi muda.
Salah satu kegiatan nonfisik yang dilaksanakan pada Jumat (17 Juli 2026), adalah pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar yang diberikan kepada para siswa SMP Negeri Satu Atap Kesongo.
Dalam kesempatan tersebut , guru matematika SMP Negeri Satu Atap Kesongo, Bu Mamik, mengapresiasi kepedulian TNI Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang telah meluangkan waktu memberikan pembinaan kepada para siswa.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena mampu membentuk karakter peserta didik, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat kedisiplinan dan semangat kebangsaan di kalangan pelajar.
Melalui kegiatan nonfisik seperti pelatihan PBB, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan kehadiran TNI ditengah masyarakat bukan hanya membangun sarana dan prasarana desa, tetapi juga ikut membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa.
Program terpadu dan lintas sektoral dengan tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa" betlangsung selama 30 hari, mulai dari tanggal 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Sementara itu,
Pelatihan tersebut dipandu langsung oleh personel Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Prada Candra, dengan memberikan materi-materi dasar PBB, mulai dari sikap sempurna, penghormatan, hingga gerakan ditempat dan berpindah tempat.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh semangat, dan para siswa-siswi Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) Negeri Satu Atap Kesongo mengikuti dengan antusias.
Disampaikan oleh Prada Candra, pelatihan PBB dasar ini dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kekompakan, serta membangun jiwa nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.
"Melalui latihan PBB ini, kami berharap para siswa dapat menerapkan sikap disiplin, saling menghargai, dan memiliki karakter yang kuat, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Seorang siswi kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Kesongo, Sofia, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan yang diberikan anggota TNI. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah semangat untuk lebih disiplin.
"Kegiatan ini sangat menyenangkan. Kami belajar baris-berbaris dengan benar, dan mendapat banyak motivasi dari bapak TNI agar lebih disiplin serta kompak," ungkap Sofia. benahi typo, eyd,, dan kapitalisasi
Caption:
Prada Candra, personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, memberikan materi dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa SMP Negeri Satu Atap Kesongo di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Sukiman/Ketik.com)
KETIK, TULUNGAGUNG - Halaman Kantor Cabang Utama (KCU) Bank Central Asia (BCA) Tulungagung di Jalan P. Diponegoro mendadak riuh dan penuh warna pada Sabtu pagi 18 Juli 2026.
Ratusan warga dari berbagai usia berkumpul dengan satu semangat yang sama: jalan sehat bersama dalam gelaran Funwalk BCA KCU Tulungagung.
Suasana semakin semarak saat Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama Kepala BCA KCU Tulungagung, Didi, secara resmi mengibarkan bendera start. Kibaran bendera tersebut langsung disambut langkah ceria para peserta yang siap menaklukkan rute sejauh lima kilometer.
Bukan sekadar ajang cari keringat, jalan santai ini juga menjadi momen rekreasi visual bagi warga. Rute setauh 5 km tersebut dirancang melintasi ikon-ikon jalan protokol di pusat kota, meliputi jalan P. Diponegoro, jalan Wahid Hasyim, jalan WR. Supratman dan jalan Mayjend Sungkono.
Setelah menyusuri rute tersebut, para peserta kembali menuju garis finis di halaman BCA KCU Tulungagung dengan wajah-wajah yang penuh energi positif.
Apresiasi tinggi datang langsung dari Plt. Bupati Ahmad Baharudin. Beliau memuji langkah nyata BCA yang sukses mengemas acara olahraga menjadi wadah pemersatu warga.
"Terima kasih kepada BCA yang telah memfasilitasi agenda ini. Funwalk ini punya paket lengkap: bikin tubuh sehat sekaligus jadi tempat silaturahmi yang hangat bagi masyarakat Tulungagung," ungkap Ahmad Baharudin.
Tak hanya soal kesehatan fisik dan sosial, dalam sambutannya Ahmad Baharudin juga menyelipkan harapan besar bagi dunia perbankan lokal.
Ia mendorong BCA KCU Tulungagung untuk terus melahirkan inovasi layanan yang cepat dan aman. Menurutnya, kemudahan akses perbankan adalah kunci utama untuk mendongkrak geliat ekonomi daerah, khususnya dalam menyokong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas.
Acara yang berlangsung tertib dan aman ini sukses menjadi potret nyata kolaborasi yang harmonis. Ketika dunia perbankan, pemerintah daerah, dan masyarakat bergerak selaras, target mewujudkan Tulungagung yang sehat, produktif, dan mandiri secara ekonomi bukan lagi sekadar impian.benahi typo, eyd, dan kapitalisasi
Berikut beberapa alternatif judul yang lebih kuat dan mengalir:
Kemeriahan Fun Walk BCA KCU Tulungagung, Plt. Bupati Ikut Langkah Sehat Perkuat Sinergi ⭐
Fun Walk BCA KCU Tulungagung Meriah, Plt. Bupati Ajak Warga Hidup Sehat
Ribuan Langkah Sehat Warnai Fun Walk BCA KCU Tulungagung, Plt. Bupati Beri Apresiasi
Fun Walk BCA KCU Tulungagung Satukan Warga, Plt. Bupati Soroti Pentingnya Sinergi
Plt. Bupati Lepas Fun Walk BCA KCU Tulungagung, Warga Antusias Tempuh Rute 5 Kilometer
Kemeriahan Fun Walk BCA KCU Tulungagung, Kolaborasi Perbankan dan Pemda Perkuat Kebersamaan
Fun Walk BCA KCU Tulungagung Meriah, Plt. Bupati Apresiasi Semangat Hidup Sehat Masyarakat
Kalau mengikuti gaya judul media online yang menarik sekaligus SEO-friendly, saya paling merekomendasikan:
Kemeriahan Fun Walk BCA KCU Tulungagung, Plt. Bupati Ikut Langkah Sehat Perkuat Sinergi
Judul ini memuat kata kunci utama (Fun Walk BCA KCU Tulungagung), tokoh penting (Plt. Bupati), dan nilai berita (langkah sehat serta sinergi) sehingga enak dibaca sekaligus ramah mesin pencari.
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin saat mengikuti Funwalk BCA KCU Tulungagung . ( Foto : Hariya / ketik.com) caption
Caption:
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengikuti Fun Walk BCA KCU Tulungagung bersama ratusan peserta di sepanjang rute jalan sehat yang digelar di pusat Kota Tulungagung, Sabtu (18 Juli 2026). (Foto: Hariya/Ketik.com)
Komunitas Ibu-Ibu Parahita (IIP) salurankan ratusan nasi gulung dan roti secara swadaya untuk mendukung pelaksanaan Haul Masyayikh Nusantara 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Bantuan ini disalurkan ke posko-posko konsumsi untuk melayani jamaah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, Sabtu 18 Juli 2026, malam.
Komunitas yang sebelumnya dikenal dengan nama Ibu-Ibu Patennang tersebut. Kini, berganti Komunitas Ibu-Ibu Parahita yang beranggotakan ratusan perempuan dari 17 kecamatan di Situbondo.
“IIP kini bertransformasi menjadi organisasi sosial yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan,” kata koordinator Ibu-Ibu Parahita, Ayu Riski Nafisah.
Seluruh nasi gulung dan roti yang dibagikan, kata Ayu, merupakan hasil swadaya para anggota sebagai bentuk partisipasi dalam menyukseskan Haul Masyayikh Nusantara ini.
"Kami ingin ikut ambil bagian dalam menyukseskan Haul Masyayikh Nusantara. Ratusan nasi gulung dan roti ini merupakan hasil iuaran atau swadaya Ibu-Ibu Parahita di 17 kecamatan. Semoga apa yang kami bawa bisa bermanfaat bagi para jamaah yang datang dari luar kota se Indonesia," kata Ayu saat menyalurkan Nasi Gulung di salah satu posko.
Menurut Ayu, aksi ini menjadi wujud komitmen IIP untuk terus hadir dalam kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
"Sesuai makna Parahita, kami ingin terus hadir dan memberikan manfaat bagi sesama. Semangat kebersamaan ini yang ingin kami rawat melalui berbagai kegiatan sosial," kata Ayu.
Selain mendukung penyelenggaraan Haul Masyayikh Nusantara, sambung Ayu, IIP juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya di Situbondo. “Saya berharap budaya berbagi dan kepedulian yang dilakukan IIP dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” pungkas Ayu.
Haul Masyayikh Nusantara 2026 akan digelar di Alun-Alun Situbondo pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 120.000 jamaah dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga melibatkan partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam penyediaan konsumsi dan layanan pendukungnya. (*) benahi typo, eyd, dan kapitalisasi
Berikut naskah yang telah dibenahi dari sisi typo, EYD, kapitalisasi, tanda baca, serta sedikit perapian gaya jurnalistik tanpa mengubah substansi.
Komunitas Ibu-Ibu Parahita (IIP) menyalurkan ratusan nasi gulung dan roti secara swadaya untuk mendukung pelaksanaan Haul Masyayikh Nusantara 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Bantuan tersebut disalurkan ke posko-posko konsumsi untuk melayani jemaah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia pada Sabtu malam (18 Juli 2026).
Komunitas yang sebelumnya dikenal dengan nama Ibu-Ibu Patennang itu kini bertransformasi menjadi Komunitas Ibu-Ibu Parahita yang beranggotakan ratusan perempuan dari 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo.
"IIP kini bertransformasi menjadi organisasi sosial yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan," kata Koordinator Ibu-Ibu Parahita, Ayu Riski Nafisah.
Seluruh nasi gulung dan roti yang dibagikan, kata Ayu, merupakan hasil swadaya para anggota sebagai bentuk partisipasi dalam menyukseskan Haul Masyayikh Nusantara.
"Kami ingin ikut ambil bagian dalam menyukseskan Haul Masyayikh Nusantara. Ratusan nasi gulung dan roti ini merupakan hasil iuran atau swadaya anggota Ibu-Ibu Parahita di 17 kecamatan. Semoga apa yang kami bawa dapat bermanfaat bagi para jemaah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia," kata Ayu saat menyalurkan nasi gulung di salah satu posko.
Menurut Ayu, aksi tersebut menjadi wujud komitmen IIP untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.
"Sesuai makna Parahita, kami ingin terus hadir dan memberikan manfaat bagi sesama. Semangat kebersamaan inilah yang ingin kami rawat melalui berbagai kegiatan sosial," ujar Ayu.
Selain mendukung penyelenggaraan Haul Masyayikh Nusantara, lanjut Ayu, IIP juga telah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya di Situbondo.
"Saya berharap budaya berbagi dan kepedulian yang dilakukan IIP dapat terus tumbuh di tengah masyarakat," pungkasnya.
Haul Masyayikh Nusantara 2026 akan digelar di Alun-Alun Situbondo pada Minggu (19 Juli 2026). Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 120.000 jemaah dari berbagai daerah di Indonesia sehingga melibatkan partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam penyediaan konsumsi dan layanan pendukung.
Perbaikan utama yang dilakukan:
salurankan → menyalurkan
iuaran → iuran
se Indonesia → di Indonesia / berbagai daerah di Indonesia
Nasi Gulung → nasi gulung (bukan nama diri)
jamaah diseragamkan menjadi jemaah (sesuai KBBI)
Menghilangkan titik yang salah pada kalimat "Ibu-Ibu Patennang tersebut."
sambung Ayu → lanjut Ayu (lebih lazim dalam bahasa jurnalistik)
Menyelaraskan kapitalisasi jabatan, nama kegiatan, serta format penulisan tanggal menjadi (19 Juli 2026).
Komunitas IIP Situbondo Bagikan Ratusan Nasi Gulung usai menyerahkan nasi gulung di salah satu posko komsumsi, Sabtu 18 Juli 2026 (Foto: Adinda Octaviani/ketik.com) caption
Caption:
Koordinator Komunitas Ibu-Ibu Parahita (IIP) Situbondo bersama anggota usai menyerahkan ratusan nasi gulung di salah satu posko konsumsi untuk mendukung Haul Masyayikh Nusantara 2026 di Alun-Alun Situbondo, Sabtu (18 Juli 2026). (Foto: Adinda Octaviani/Ketik.com)
Steering Committee (SC) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau kesiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 18 Juli 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas menjelang forum permusyawaratan tertinggi organisasi Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Ketua SC Muktamar ke-35 NU yang juga Katib 'Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, bersama jajaran panitia pusat meninjau sejumlah lokasi strategis, antara lain lahan parkir, area bazar, serta fasilitas pendukung yang masih berada pada tahap akhir penyelesaian, termasuk pengurukan lahan.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, rombongan panitia pusat berziarah ke makam salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah, di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang kemudian bersilaturahmi dengan pengasuh pondok dan panitia lokal.
"Kami dari panitia pusat hari ini berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang yang insyaallah akan menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 27 sampai 31 Agustus mendatang," kata KH Ahmad Said Asrori.
Ia mengatakan ziarah kepada para pendiri NU menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan muktamar sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama.
Setelah itu, rombongan bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH Hasib Wahab dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Abdurrozaq Sholeh untuk membahas perkembangan persiapan pelaksanaan muktamar.
Berdasarkan hasil peninjauan, SC PBNU menilai kesiapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU berjalan sesuai rencana.
"Alhamdulillah Pondok Bahrul Ulum benar-benar telah menyatakan kesiapan dan kesediaannya menjadi tuan rumah perhelatan besar ini. Kita berharap muktamar nanti berjalan dengan baik, sukses, berkah, dan membawa manfaat bagi warga NU, pesantren, bangsa, dan negara," ujar KH Ahmad Said Asrori.
Menurut dia, Muktamar ke-35 NU akan menjadi forum strategis untuk membahas berbagai isu keagamaan dan kebangsaan, sejalan dengan amanah diniyah dan wathaniyah yang diemban Nahdlatul Ulama sejak berdiri.
Selain meninjau kesiapan fisik, panitia pusat juga memastikan penyusunan materi persidangan terus berjalan. Berbagai usulan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para pengasuh pesantren telah dihimpun sebagai bahan pembahasan dalam muktamar.
"Sebagian materi telah dibahas dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Sementara agenda yang belum selesai akan menjadi pembahasan dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang," katanya.
KH Ahmad Said Asrori juga mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang yang dinilai menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut penyelenggaraan muktamar.
Menurut dia, PCNU Jombang, MWCNU, ranting NU, keluarga besar pesantren, hingga masyarakat setempat telah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta, peninjau, dan tamu undangan yang akan hadir.
Ia menambahkan semangat utama yang dibangun panitia adalah ikramud dhuyuf atau memuliakan tamu, sehingga seluruh muktamirin dan pengunjung dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang KH Abdurrozaq Sholeh mengatakan seluruh struktur panitia lokal telah terbentuk dan bekerja menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan muktamar.
Menurutnya, panitia lokal melibatkan guru, santri senior, alumni, keluarga besar pesantren, serta unsur Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang.
"Secara umum pekerjaan infrastruktur telah selesai. Saat ini tinggal tahap finishing berupa pengurukan lahan parkir dan area bazar yang sebelumnya telah disurvei oleh tim PBNU," ujarnya.
Ia menambahkan fasilitas dasar, termasuk sarana mandi, cuci, kakus (MCK), lokasi sidang, hingga area pembukaan telah siap digunakan.
"Untuk kesiapan fasilitas kami bisa katakan sudah 100 persen. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis terakhir," kata KH Abdurrozaq Sholeh memungkasi. benahi typo, eyd, dan kapitalisasi
Berikut naskah yang telah dibenahi sesuai EYD, typo, kapitalisasi, tanda baca, serta dirapikan dengan gaya bahasa jurnalistik tanpa mengubah substansi.
Steering Committee (SC) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau kesiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (18 Juli 2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas menjelang forum permusyawaratan tertinggi organisasi, yakni Muktamar ke-35 NU, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Ketua SC Muktamar ke-35 NU yang juga Katib 'Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, bersama jajaran panitia pusat meninjau sejumlah lokasi strategis, antara lain lahan parkir, area bazar, serta berbagai fasilitas pendukung yang masih berada pada tahap akhir penyelesaian, termasuk pengurukan lahan.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, rombongan panitia pusat berziarah ke makam salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah, di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Selanjutnya, rombongan bersilaturahmi dengan pengasuh pondok dan panitia lokal.
"Kami dari panitia pusat hari ini berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang yang insyaallah akan menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 27 sampai 31 Agustus mendatang," kata KH Ahmad Said Asrori.
Ia mengatakan ziarah kepada para pendiri NU menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan muktamar sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama.
Setelah itu, rombongan bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Hasib Wahab, dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, untuk membahas perkembangan persiapan pelaksanaan muktamar.
Berdasarkan hasil peninjauan, SC PBNU menilai kesiapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU berjalan sesuai rencana.
"Alhamdulillah, Pondok Bahrul Ulum benar-benar telah menyatakan kesiapan dan kesediaannya menjadi tuan rumah perhelatan besar ini. Kita berharap muktamar nanti berjalan dengan baik, sukses, berkah, dan membawa manfaat bagi warga NU, pesantren, bangsa, dan negara," ujar KH Ahmad Said Asrori.
Menurut dia, Muktamar ke-35 NU akan menjadi forum strategis untuk membahas berbagai isu keagamaan dan kebangsaan, sejalan dengan amanah diniyah dan wathaniyah yang diemban Nahdlatul Ulama sejak berdiri.
Selain meninjau kesiapan fisik, panitia pusat juga memastikan penyusunan materi persidangan terus berjalan. Berbagai usulan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para pengasuh pesantren telah dihimpun sebagai bahan pembahasan dalam muktamar.
"Sebagian materi telah dibahas dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Sementara agenda yang belum selesai akan menjadi pembahasan dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang," katanya.
KH Ahmad Said Asrori juga mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang yang dinilai menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut penyelenggaraan muktamar.
Menurut dia, PCNU Jombang, MWCNU, ranting NU, keluarga besar pesantren, hingga masyarakat setempat telah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta, peninjau, dan tamu undangan yang akan hadir.
Ia menambahkan, semangat utama yang dibangun panitia adalah ikramud dhuyuf atau memuliakan tamu sehingga seluruh muktamirin dan pengunjung dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan seluruh struktur panitia lokal telah terbentuk dan bekerja menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan muktamar.
Menurutnya, panitia lokal melibatkan guru, santri senior, alumni, keluarga besar pesantren, serta unsur Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang.
"Secara umum pekerjaan infrastruktur telah selesai. Saat ini tinggal tahap akhir berupa pengurukan lahan parkir dan area bazar yang sebelumnya telah disurvei oleh tim PBNU," ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas dasar, termasuk sarana mandi, cuci, kakus (MCK), lokasi sidang, hingga area pembukaan telah siap digunakan.
"Untuk kesiapan fasilitas, kami bisa katakan sudah 100 persen. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis terakhir," kata KH Abdurrozaq Sholeh.
Perbaikan utama:
Mengubah format tanggal menjadi Sabtu (18 Juli 2026) agar konsisten.
Menambahkan koma dan memecah kalimat yang terlalu panjang agar lebih efektif.
Memperbaiki frasa "Jombang kemudian bersilaturahmi" menjadi dua kalimat.
Menambahkan koma pada aposisi nama dan jabatan.
Menghilangkan pengulangan lokasi yang tidak perlu pada beberapa kalimat.
Menambahkan koma setelah keterangan pengantar seperti "Alhamdulillah,", "Ia menambahkan,", dan "Untuk kesiapan fasilitas,...".
Mengubah "tinggal tahap finishing" menjadi "tinggal tahap akhir" agar lebih baku.
Menghapus kata "memungkasi" di akhir kutipan karena tidak diperlukan dalam gaya penulisan berita yang bersih.
Steering Committee (SC) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau kesiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 18 Juli 2026. (Foto: Syaiful Arif/ketik.con) caption
Caption:
Steering Committee (SC) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau kesiapan infrastruktur dan fasilitas pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 18 Juli 2026. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)
KETIK, JOMBANG – Steering Committee (SC) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meninjau kesiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 18 Juli 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas menjelang forum permusyawaratan tertinggi organisasi, yakni Muktamar ke-35 NU, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Ketua SC Muktamar ke-35 NU yang juga Katib 'Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, bersama jajaran panitia pusat meninjau sejumlah lokasi strategis, antara lain lahan parkir, area bazar, serta berbagai fasilitas pendukung yang masih berada pada tahap akhir penyelesaian, termasuk pengurukan lahan.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, rombongan panitia pusat berziarah ke makam salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah, di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Selanjutnya, rombongan bersilaturahmi dengan pengasuh pondok dan panitia lokal.
"Kami dari panitia pusat hari ini berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang yang insyaallah akan menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 27 sampai 31 Agustus mendatang," kata KH Ahmad Said Asrori.
Ia mengatakan ziarah kepada para pendiri NU menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan muktamar sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama.
Setelah itu, rombongan bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Hasib Wahab, dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, untuk membahas perkembangan persiapan pelaksanaan muktamar.
Berdasarkan hasil peninjauan, SC PBNU menilai kesiapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU berjalan sesuai rencana.
"Alhamdulillah, Pondok Bahrul Ulum benar-benar telah menyatakan kesiapan dan kesediaannya menjadi tuan rumah perhelatan besar ini. Kita berharap muktamar nanti berjalan dengan baik, sukses, berkah, dan membawa manfaat bagi warga NU, pesantren, bangsa, dan negara," ujar KH Ahmad Said Asrori.
Menurut dia, Muktamar ke-35 NU akan menjadi forum strategis untuk membahas berbagai isu keagamaan dan kebangsaan, sejalan dengan amanah diniyah dan wathaniyah yang diemban Nahdlatul Ulama sejak berdiri.
Selain meninjau kesiapan fisik, panitia pusat juga memastikan penyusunan materi persidangan terus berjalan. Berbagai usulan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta para pengasuh pesantren telah dihimpun sebagai bahan pembahasan dalam muktamar.
"Sebagian materi telah dibahas dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Sementara agenda yang belum selesai akan menjadi pembahasan dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang," katanya.
KH Ahmad Said Asrori juga mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang yang dinilai menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut penyelenggaraan muktamar.
Menurut dia, PCNU Jombang, MWCNU, ranting NU, keluarga besar pesantren, hingga masyarakat setempat telah mempersiapkan diri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta, peninjau, dan tamu undangan yang akan hadir.
Ia menambahkan, semangat utama yang dibangun panitia adalah ikramud dhuyuf atau memuliakan tamu sehingga seluruh muktamirin dan pengunjung dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan nyaman.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan seluruh struktur panitia lokal telah terbentuk dan bekerja menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan muktamar.
Menurutnya, panitia lokal melibatkan guru, santri senior, alumni, keluarga besar pesantren, serta unsur Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang.
"Secara umum pekerjaan infrastruktur telah selesai. Saat ini tinggal tahap akhir berupa pengurukan lahan parkir dan area bazar yang sebelumnya telah disurvei oleh tim PBNU," ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas dasar, termasuk sarana mandi, cuci, kakus (MCK), lokasi sidang, hingga area pembukaan telah siap digunakan.
"Untuk kesiapan fasilitas, kami bisa katakan sudah 100 persen. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis terakhir," kata KH Abdurrozaq Sholeh.