KETIK, JOMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Yayasan nirlaba yang dia dirikan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyerahkan bantuan berupa 200 unit becak listrik kepada para pengayuh becak di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin siang (24/8/2026).
Bantuan ini demi mempermudah operasional para tukang becak sekaligus bertepatan untuk mendukung transportasi ribuan peserta Muktamar NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, 27–31 Agustus 2026.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdul Rozaq Sholeh menyampaikan, becak listrik ini bakal digunakan sebagai kendaraan kerja harian panitia sekaligus peserta. 200 unit becak listrik yang dihiasi foto wajah Prabowo di sisi kanan kiri dan belakang tersebut bakal disiagakan untuk mengantar tamu dan peserta Muktamar dari lokasi penginapan menuju venue acara.
Gus Rozak menambahkan, selama gelaran Muktamar becak itu bakal digratiskan sepenuhnya. Sebagai ganti, para penarik becak yang terdaftar bakal diberi kompensasi dari panitia sebesar Rp150.000 per hari.
"Nanti abang-abang becak mendaftar ke panitia. Setiap hari diberikan uang saku Rp150.000, sehingga layanan untuk peserta Muktamar sepenuhnya gratis. Becak akan dipasang identitas resmi sebagai becak gratis dan pengemudinya diberi seragam," terang Gus Rozak.
Becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto dikayuh Bupati Jombang Warsubi di Pendopo Kabupaten Jombang, 24 Agustus 2026. (Foto: Rifat/Ketik.com)
Bupati Jombang, H. Warsubi, berterima kasih kepada Yayasan GSN yang telah menyalurkan bantuan ini. Menurutnya, pengalihan becak manual ke becak listrik sangat membantu demi menjaga ketahanan fisik para pengayuh becak, terutama yang telah berusia lanjut.
"Bantuan ini sangat membantu warga kami yang setiap hari mengandalkan tenaga untuk keluarga. Dengan becak listrik, mereka dapat bekerja lebih ringan, menghemat tenaga, dan meningkatkan produktivitas, khususnya bagi para tukang becak berusia lanjut," kata Warsubi.
Perwakilan GSN, Dimas Ramadan menjelaskan, alokasi bantuan becak listrik ini digeser lebih cepat ke Jawa Timur untuk merespons kebutuhan mobilitas Muktamar NU di Jombang. Ia menekankan agar armada tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
"Becak ini mohon diawasi, jangan sampai dijual, disewakan, atau digadaikan. Tolong dimanfaatkan betul untuk mengais rezeki," ujar Dimas. (*)
.png)