Nobar Final Piala Dunia 2026, PPP Jember Gandeng Anak Muda dan Masyarakat Lewat Sepak Bola

20 Juli 2026 10:24 20 Jul 2026 10:24

Thumbnail Nobar Final Piala Dunia 2026, PPP Jember Gandeng Anak Muda dan Masyarakat Lewat Sepak Bola

Ketua DPC PPP Jember, KH Madini Farouq atau Gus Mamak (kiri) bersama Sekretaris DPC PPP Jember, Ikbal Wilda Fardana dan bendahara. (Foto: Istimewa)

KETIK, JEMBER – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember memanfaatkan momentum final Piala Dunia 2026 untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui kegiatan nonton bareng (nobar) laga Spanyol melawan Argentina, partai berlambang Kakbah itu ingin menghadirkan ruang kebersamaan sekaligus menjangkau kalangan muda.

Acara nobar berlangsung di halaman Kantor DPC PPP Jember, Jalan Melati V Nomor 10, Kecamatan Kaliwates, Senin dini hari, 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti kader, pengurus partai, dan warga sekitar yang menyaksikan pertandingan melalui layar tancap sambil menikmati kopi serta aneka jajanan.

Ketua DPC PPP Jember, Madini Farouq, mengatakan sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, momentum final Piala Dunia dinilai tepat untuk membangun kedekatan dengan publik.

"Sepak bola itu olahraganya rakyat. Jadi kita ingin mendekatkan PPP dengan masyarakat," ujarnya.

Madini menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang interaksi partai dengan generasi muda. Menurutnya, PPP ingin dikenal sebagai partai yang aktif hadir dalam berbagai aktivitas sosial, bukan hanya identik dengan kegiatan keagamaan.

"PPP ini tidak terkesan hanya partai yang mengurusi pengajian atau identik dengan dakwah. Kita juga menyapa anak-anak muda melalui nobar," katanya.

Pria yang juga akrab disapa Gus Mamak ini menegaskan, PPP akan terus berusaha mempertahankan pemilih tradisionalnya sembari merangkul pemilih baru terutama pemilih milenial atau Gen Z. 

Dalam kesempatan itu, Madini mengaku sejak awal memberikan dukungan kepada Spanyol pada partai final. Ia menyebut ada sejumlah alasan yang membuatnya lebih menjagokan tim Matador dibanding Argentina.

Menurutnya, Liga Spanyol telah lama menjadi kompetisi yang dihuni banyak pemain kelas dunia dan dikenal dengan filosofi permainan tiki-taka yang atraktif.

"Saya lebih cenderung mendukung Spanyol. Pertama karena Spanyol punya liga yang menjadi ajang pemain-pemain internasional dan terkenal dengan taktik tiki-taka," kata Madini.

Selain faktor sepak bola, Madini juga mengaku memiliki ketertarikan terhadap sejarah Islam di Spanyol. Ia menyinggung warisan peradaban Islam di Andalusia serta Gibraltar. Di samping itu, keberadaan Lamine Yamal yang disebutnya sebagai pemain Muslim turut menjadi alasan dirinya mendukung Spanyol.

"Yang kedua karena Spanyol masih ada hubungan dengan sejarah Islam. Ada Andalusia dan Gibraltar. Di samping itu, Lamine Yamal kebetulan seorang Muslim," lanjutnya.

Laga final sendiri berlangsung sengit. Spanyol baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-106 melalui gol Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti. Gol tersebut memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua setelah sukses pada edisi 2010. (*)

Tombol Google News

Tags:

Piala Dunia 2026 Final piala dunia Spanyol Argentina DPC PPP Jember Gus Mamak Madini Farouq