Fakta Mengejutkan! Kurma Tak Selalu Bikin Gula Darah Naik, Ini Penjelasannya

30 Juni 2026 13:58 30 Jun 2026 13:58

Hanifuddin Musa, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Fakta Mengejutkan! Kurma Tak Selalu Bikin Gula Darah Naik, Ini Penjelasannya

Mengetahui manfaat dan kandungan kurma jika dikonsumsi manusia untuk kesehatan. (Foto: Web Hello Sehat)

KETIK, JAKARTA – Kurma kembali menjadi sorotan dalam dunia kesehatan dan pangan modern. Buah yang telah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu ini bukan hanya bagian dari sejarah peradaban di wilayah kering, tetapi juga sebagai pangan fungsional dengan kandungan gizi yang kompleks.

Dilansie dari laman resmi Kesehatan Ri dijelaskan bahwa, kurma telah dibudidayakan sejak sekitar 6.000 tahun lalu di kawasan Teluk Persia, sebelum menyebar ke Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia Selatan.

Saat ini, kurma menjadi komoditas global dengan puluhan juta pohon tersebar di berbagai negara produsen utama seperti Mesir, Arab Saudi, Iran, dan Aljazair.

Produksi global dan ragam varietas

Berdasarkan estimasi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization), produksi kurma dunia mencapai jutaan ton per tahun dengan jumlah pohon yang diperkirakan sekitar 90–100 juta.

Terdapat ratusan varietas kurma yang beredar di pasar global, masing-masing dengan karakter rasa, tekstur, dan tingkat kematangan yang berbeda.

Kurma juga dikenal melalui lima tahap pertumbuhan buah: Hababouk, Kimri, Khalal, Rutab, dan Tamar yang mencerminkan perubahan dari buah muda hingga matang dan kering dengan rasa paling manis.

Kandungan gizi padat energi

Dari sisi nutrisi, kurma dikenal sebagai sumber energi cepat karena kandungan karbohidrat dan gula alaminya yang tinggi. Dalam 100 gram, kurma dapat mengandung sekitar 280 kilokalori dengan dominasi glukosa dan fruktosa.

Selain itu, kurma juga mengandung serat, kalium, magnesium, kalsium, serta vitamin B kompleks dalam jumlah kecil hingga sedang.

Kombinasi ini menjadikan kurma tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga mendukung fungsi saraf, otot, serta kesehatan pencernaan.
Kurma juga mengandung senyawa polifenol yang berperan sebagai antioksidan, yang membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh.

Potensi manfaat kesehatan

Sejumlah studi menunjukkan bahwa kurma dapat memberikan dampak positif dalam pola makan seimbang, terutama pada kesehatan pencernaan, metabolisme, dan kardiovaskular.

Kandungan seratnya membantu memperlancar sistem pencernaan, sementara mineral seperti kalium dan magnesium berperan dalam menjaga fungsi jantung.

Dalam konteks diabetes, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurma dalam jumlah terbatas tidak selalu meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, terutama jika dikonsumsi dalam porsi terkontrol dan sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Namun para ahli menekankan bahwa kurma tetap merupakan sumber gula alami yang padat energi, sehingga konsumsi berlebihan dapat berdampak pada peningkatan asupan kalori harian.

Bukan obat, tetapi pangan fungsional

Meski sering disebut memiliki berbagai manfaat kesehatan, para peneliti menegaskan bahwa kurma bukanlah obat. Klaim seperti “penyembuh penyakit” tidak sepenuhnya didukung bukti klinis yang kuat.

Sebaliknya, kurma lebih tepat dikategorikan sebagai pangan fungsional, yaitu makanan yang dapat mendukung kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dan sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Dengan penjelasan dan kandungan gizi di atas, kurma tetap menjadi salah satu buah paling bernilai dalam sistem pangan global. Namun, tetap dikonsumsi yang terukur dan seimbang. (*)

Tombol Google News

Tags:

kandungan gizi Kurma