Blue Fire di Gunung Papandayan Sudah Muncul Sejak 2002, Apa yang Berubah?

8 Oktober 2026 06:00 8 Okt 2026 06:00

Thumbnail Blue Fire di Gunung Papandayan Sudah Muncul Sejak 2002, Apa yang Berubah?

Fenomena munculnya Blue Fire atau api biru di Gunung Papandayan beberapa hari yang lalu. (Foto: Badan Geologi Kementerian ESDM)

KETIK, JAKARTA – Kemunculan blue fire atau api biru di Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian setelah video fenomena tersebut beredar di media sosial.

Namun, fenomena ini bukan kemunculan baru. Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SSi, MSi, menjelaskan blue fire Papandayan telah dikenal sejak sekitar 2002.

Fenomena tersebut berkaitan erat dengan erupsi Papandayan pada November 2002. Aktivitas erupsi saat itu membuka sejumlah rekahan dan jalur fumarol baru di kawasan gunung api.

“Setelah erupsi 2002, banyak rekahan baru terbuka. Gas yang sebelumnya menyebar kemudian menjadi lebih terpusat pada celah-celah sempit dengan tekanan yang lebih tinggi. Ketika bercampur dengan udara, gas tersebut dapat terbakar dan menghasilkan blue fire,” katanya.

Rekahan baru tersebut mengubah jalur keluarnya gas vulkanik. Gas yang sebelumnya menyebar dapat keluar melalui celah yang lebih sempit sehingga menciptakan kondisi yang memungkinkan pembakaran gas belerang ketika bertemu oksigen.

 

Aktivitas Vulkanik Papandayan Ikut Berubah

Perkembangan blue fire di Papandayan juga tidak dapat dilepaskan dari dinamika aktivitas vulkaniknya. Sonni menyebut terdapat perubahan pada aktivitas vulkanik dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pada periode 2022–2026 terjadi peningkatan fluks gas SO₂ yang disertai kenaikan aktivitas gempa vulkanik dangkal.

Perubahan tersebut juga diikuti peningkatan suhu fumarol. Suhu yang sebelumnya berada di kisaran 150 derajat Celsius meningkat menjadi sekitar 300–400 derajat Celsius.

Peningkatan suhu fumarol memengaruhi kondisi pembakaran gas yang keluar dari rekahan. Pada kondisi tertentu, gas H₂S dapat terbakar secara spontan ketika bertemu oksigen.

“Pada suhu tersebut, gas H₂S dapat terbakar secara spontan tanpa perlu disulut, sehingga kemunculan api menjadi lebih sering terlihat,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, kemunculan blue fire tidak semata-mata berkaitan dengan pemandangan yang menarik bagi pendaki. Fenomena tersebut juga menjadi bagian dari proses keluarnya gas vulkanik melalui sistem fumarol Papandayan.

 

Bagaimana Blue Fire Bisa Terbentuk?

Sonni menjelaskan magma di bawah Papandayan melepaskan gas hidrogen sulfida (H₂S) dan sulfur dioksida (SO₂) melalui rekahan fumarol atau solfatara. Gas tersebut keluar dengan suhu sekitar 200–600 derajat Celsius.

“Mekanisme blue fire adalah ketika magma di bawah Papandayan melepaskan gas hidrogen sulfida (H₂S) dan sulfur dioksida (SO₂) bersuhu sekitar 200–600 derajat Celsius melalui rekahan fumarol atau solfatara,” jelas Sonni.

Ketika H₂S bertemu oksigen, gas tersebut dapat mengalami pembakaran. Proses ini menghasilkan panas dan nyala api berwarna biru elektrik.

“Pembakaran gas belerang inilah yang menghasilkan nyala api berwarna biru elektrik, dengan suhu api dapat mencapai sekitar 600 derajat Celsius,” ujarnya.

Fenomena itu lebih mudah diamati pada malam hari karena cahaya api relatif redup dibandingkan cahaya matahari. Di Papandayan, blue fire dapat terlihat di area fumarol aktif seperti Blok Mas dan kawasan Golden Sunrise, terutama ketika kondisi benar-benar gelap sekitar pukul 02.00–05.00 WIB.

 

Fenomena Lama yang Kembali Viral

Berbagai rekaman pendaki yang beredar di media sosial membuat blue fire Papandayan kembali mendapat perhatian publik. Padahal, keberadaan fenomena tersebut telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Kemunculan kembali perhatian publik terhadap fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi fumarol Papandayan perlu dipahami bukan hanya dari sisi daya tarik wisatanya, tetapi juga dari aspek aktivitas vulkanik. (*)

Tombol Google News

Tags:

Blue Fire Papandayan Gunung Papandayan Api Biru Papandayan Fenomena Vulkanik Fumarol Gas Vulkanik Garut