GP Belanda di Assen Ubah Arah Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

29 Juni 2026 08:10 29 Jun 2026 08:10

Ika Setya Y., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail GP Belanda di Assen Ubah Arah Perebutan Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

GP Assen menyuguhkan aksi yang menyenangkan dan tidak terduga (Foto: MotoGP)

KETIK, JAKARTA – Jika sebelum Assen narasi besarnya masih soal Marco Bezzecchi melawan para pengejar, sekarang situasinya berubah total.

MotoGP 2026 keluar dari Belanda dengan pemimpin klasemen baru, jarak poin yang makin rapat, dan tiba-tiba lebih banyak nama masuk hitungan perebutan gelar. 

Yang paling diuntungkan jelas Jorge Martin.

Finis ketiga mungkin terlihat biasa di atas kertas. Tapi ketika dikombinasikan dengan crash Bezzecchi di lap kedua, hasil itu cukup untuk membawa pembalap Aprilia tersebut naik ke puncak klasemen dengan 193 poin, unggul 7 poin dari Bezzecchi. 

Dan menariknya, ini bukan sekadar pergantian nama di posisi satu.

Karena setelah Assen, jarak antarpembalap mulai mengecil.

Fabio Di Giannantonio yang konsisten sepanjang akhir pekan kini naik ke posisi ketiga klasemen dan hanya terpaut 16 poin dari Martin. Sementara kemenangan perdana Ai Ogura langsung mengangkatnya ke posisi keempat—dan sekarang ia cuma berjarak 25 poin dari pemimpin klasemen. 

Itu berarti cerita kejuaraan tidak lagi cuma soal Martin dan Bezzecchi.

Tiba-tiba muncul Diggia. Muncul Ogura.

Dan di belakang mereka masih ada Marc Marquez.

Meski Assen bukan akhir pekan yang cepat untuknya, Marc keluar dengan kerusakan yang relatif kecil. Ia tetap tertinggal 40 poin dari pemuncak klasemen, tetapi yang menarik: selisih itu tidak membesar meskipun dirinya hanya finis ketujuh. 

Sementara di sisi lain, Assen terasa jauh lebih mahal untuk beberapa nama besar.

Bezzecchi kehilangan posisi puncak setelah DNF. Pedro Acosta pulang tanpa poin. Pecco Bagnaia juga gagal memanfaatkan kesempatan karena masalah teknis. Raul Fernandez memang naik posisi, tetapi belum cukup untuk benar-benar masuk kelompok terdepan. 

Dilansir dari Crash.net, satu hal yang mulai terasa setelah Assen adalah tidak ada lagi pembalap yang punya ruang nyaman di klasemen. Satu crash atau satu DNF sekarang bisa langsung mengubah urutan lima besar. 

Dan mungkin itu yang paling menarik dari musim 2026 sejauh ini.

Bukan karena siapa yang memimpin. Tapi karena untuk pertama kalinya dalam beberapa seri terakhir, rasanya hampir tidak ada yang benar-benar aman. (*)

Tombol Google News

Tags:

Moto G P klasemen motogp