MOTU Indonesia Tampil di Forum Bergengsi Kementerian Sekretariat Negara, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Dunia Internasional

13 Juni 2026 11:34 13 Jun 2026 11:34

Samsul HM, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail MOTU Indonesia Tampil di Forum Bergengsi Kementerian Sekretariat Negara, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Dunia Internasional

Asisten General Manager sekaligus Direktur Branding MOTU Indonesia, Imam Muttaqin (kiri), berfoto bersama Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong (kanan), usai menghadiri kegiatan Lokakarya Alumni KTLN yang Pernah Belajar di Tiongkok di Gedung Krida Bakti, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

KETIK, JAKARTA – PT Motu Technology Group kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu perusahaan kendaraan listrik yang aktif mendukung pembangunan nasional dan transformasi energi berkelanjutan di Indonesia.

Kali ini, MOTU Indonesia mendapat kehormatan untuk diundang dan berpartisipasi dalam kegiatan Lokakarya Alumni KTLN yang Pernah Belajar di Tiongkok: Mempererat Persahabatan dan Kerja Sama Indonesia–Tiongkok ke-76 Tahun yang berlangsung di Gedung Krida Bakti, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh China Chamber of Commerce in Indonesia tersebut menjadi salah satu forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta alumni program kerja sama Indonesia–Tiongkok dalam satu wadah kolaborasi yang berorientasi pada penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Berdasarkan data panitia, sekitar 600 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas pejabat kementerian dan lembaga negara, alumni program pelatihan dan pendidikan di Tiongkok, perwakilan perusahaan-perusahaan besar asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia, hingga pelaku industri yang terlibat dalam berbagai sektor strategis.

Kehadiran MOTU Indonesia dalam acara yang berlangsung di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis semata, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam agenda yang berkaitan dengan pembangunan nasional, penguatan hubungan internasional, serta transformasi industri masa depan.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, serta sejumlah pejabat tinggi dari berbagai kementerian dan lembaga negara.

Selain itu, hadir pula Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong, yang memberikan sambutan mengenai pentingnya hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi utama kerja sama kedua negara.

Dalam sambutannya, Wang Lutong menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya dibangun melalui perdagangan dan investasi semata.

"Perdagangan dan investasi bukanlah segalanya dalam hubungan Indonesia dan China. Masyarakat selalu menjadi fondasi hubungan bilateral dan mereka yang seharusnya mendapatkan manfaat dari kerja sama ini," kata Wang Lutong.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program dan proyek kerja sama ke depan akan terus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara serta berharap kolaborasi Indonesia dan Tiongkok semakin luas dan produktif pada tahun-tahun mendatang.

Forum tersebut menjadi semakin istimewa karena mempertemukan berbagai perusahaan besar yang telah menjadi bagian dari hubungan ekonomi Indonesia–Tiongkok, di antaranya Huawei, BYD, Wuling, Hisense, Gree, Xiamen Air, TransNusa, PT ZHC Aladin International, hingga MOTU Indonesia.

Bagi MOTU Indonesia, kesempatan untuk hadir dan berpartisipasi dalam forum yang melibatkan unsur pemerintah pusat tersebut memiliki makna strategis tersendiri. Perusahaan memperoleh ruang untuk memperkenalkan inovasi kendaraan dan sepeda listrik sekaligus memperluas komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang hadir.

Asisten General Manager sekaligus Direktur Branding MOTU Indonesia, Imam Muttaqin, mengatakan pihaknya merasa bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan berskala nasional dan internasional tersebut.

"Atas nama perusahaan, MOTU sangat bangga menjadi salah satu peserta yang berkontribusi dalam acara besar seperti ini. Secara tidak langsung, ini menunjukkan bahwa brand kami, MOTU Indonesia, merupakan brand besar yang mampu bersinergi dengan pemerintah. MOTU Indonesia akan terus berkomitmen untuk tumbuh bersama Indonesia serta mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam pengembangan sepeda listrik dan transisi energi yang berkelanjutan," ujar Imam.

Menurut Imam, kehadiran MOTU dalam forum yang digelar di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk apresiasi terhadap kontribusi perusahaan-perusahaan yang berinvestasi dan berkembang di Indonesia.

MOTU merasa terhormat dapat diundang dalam kegiatan tersebut. Kehadiran perusahaan menjadi cerminan adanya pengakuan dan apresiasi dari pemerintah Indonesia maupun Tiongkok terhadap kontribusi perusahaan-perusahaan Tiongkok yang telah berinvestasi dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Sebagai salah satu contoh keberhasilan lokalisasi perusahaan Tiongkok di Indonesia, MOTU tidak hanya menghadirkan teknologi dan produk kendaraan energi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, tetapi juga berupaya menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta memberdayakan talenta lokal agar mampu bersaing dalam industri kendaraan listrik yang terus berkembang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan jaringan usaha, peningkatan kualitas layanan, serta dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik nasional yang saat ini menjadi salah satu sektor prioritas pemerintah dalam mewujudkan transformasi energi.

Partisipasi MOTU Indonesia juga dinilai selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang saat ini mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi pengurangan emisi karbon dan transformasi energi nasional.

Melalui berbagai produk dan inovasi yang dikembangkan, perusahaan berupaya menghadirkan solusi transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

MOTU Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung visi besar Indonesia Emas 2045 melalui investasi berkelanjutan, pengembangan teknologi ramah lingkungan, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional dan transformasi energi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Humas PT Motu Technology Group, I Nyoman Artana, S.H., M.H., menilai forum tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri.

"Kehadiran jajaran kementerian, lembaga pemerintah, dan ratusan alumni KTLN dalam satu forum ini merupakan bukti nyata betapa kokohnya sinergi bilateral Indonesia–Tiongkok. Acara ini bukan sekadar seremoni peringatan 76 tahun persahabatan, melainkan jembatan penting untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri," ungkap Nyoman.

Menurutnya, forum seperti ini menjadi ruang yang efektif untuk mendorong pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pembangunan masa depan.

"Ke depannya, Motu Technology Group akan terus berupaya menjaga kemitraan yang kuat dengan berbagai instansi pemerintahan serta siap menjadi garda terdepan dalam mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik dan program energi terbarukan di Tanah Air," tutupnya.

Kehadiran MOTU Indonesia dalam forum yang dihadiri para pejabat tinggi negara tersebut sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu pelaku industri kendaraan listrik yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan nasional, pengembangan sumber daya manusia, serta masa depan transportasi Indonesia yang lebih hijau, modern, dan berkelanjutan.

Tombol Google News

Tags:

Pt Motu Technology Group China Chamber Of Commerce I Nyoman Artana Wang Lutong Imam Muttaqin