5 Alasan Pemerintah Kejar Swasembada Jagung, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

22 Juni 2026 15:56 22 Jun 2026 15:56

Hanifuddin Musa, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 5 Alasan Pemerintah Kejar Swasembada Jagung, Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Ini 5 alasan Pemerintah ingin mewujudkan swasembada jagung. (Foto: Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah terus mendorong program swasembada jagung di Indonesia. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kesejahteraan petani dan mengurangi ketergantungan impor.

Dalam beberapa tahun terakhir, jagung menjadi bahan baku utama industri pakan ternak khususnya sektor unggas dan petelur. Tingginya kebutuhan pakan dalam negeri ini mendorong pemerintah untuk memastikan pasokan jagung tersedia secara berkelanjutan.

Namun berkat percepatan capaian produksi jagung yang ditargetkan terus melimpah, membuat Indonesia tidak hanya swasembada jagung, melainkan juga mampu menjadi lumbung pangan dunia.

Dilansir dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dijelaskan, produksi jagung pada tahun 2025 tembus 16,16 juta ton. Jumlah ini meningkat 1,02 juta ton dibandingkan produksi 2024 yang hanya 15,14 juta ton.

Sedangkan tahun 2026 ini, pemerintah memproyeksikan mencapai 18 juta ton. Ini didukung dari peningkatan hasil pertanian dan stok carry over 4,5 juta ton di tahun 2025.

Dengan demikian, kondisi ini membuat pemerintah di tahun 2026 menghentikan impor jagung. Bahkan impor pakan sekarang sudah nol.

"Kita juga sudah swasembada jagung untuk pakan, bahkan impor pakan sekarang sudah nol. Ini berita baik bagi kita semua," kata Mentan Andi Amran Sulaiman dalam keterangan resminya.

Menurut Amran, capaian ini merupakan hasil kerja keras bersama. Baik pemerintah, aparat, hingga petani. Karena dengan melimpahnya jagung, dikatakan Indonesia tidak lagi ketergantungan kepada impor.

Manfaat Swasembada Jagung

Manfaatnya swasembada jagung sangat banyak sekali. Selain mengurangi ketergantungan impor, program swasembada membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani melalui perluasan lahan tanam.

Oleh karena itu, berikut lima alasan utama pemerintah kejar swasembada jagung:

1. Mengurangi Ketergantungan Impor

Swasembada jagung bertujuan menekan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Dengan produksi dalam negeri yang mencukupi, kebutuhan nasional dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada fluktuasi pasar internasional.

2. Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional

Jagung merupakan komoditas penting setelah padi. Ketersediaan jagung yang stabil akan membantu menjaga ketahanan pangan dan mengurangi risiko gangguan pasokan akibat krisis global, perubahan iklim, atau hambatan perdagangan internasional.

3. Mendukung Industri Peternakan

Sebagian besar produksi jagung digunakan sebagai bahan baku pakan ternak. Peningkatan produksi dalam negeri dapat membantu menjaga ketersediaan pakan dengan harga yang lebih stabil sehingga mendukung pertumbuhan sektor peternakan.

4. Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Program swasembada membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani melalui perluasan lahan tanam. Dengan hasil panen yang meningkat, kesejahteraan petani diharapkan ikut terdongkrak.

5. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Produksi jagung yang meningkat dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah sentra pertanian.

Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga dapat mendorong berkembangnya industri pengolahan dan perdagangan hasil pertanian.

Pemerintah berharap melalui peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, modernisasi pertanian, serta dukungan berbagai pihak, target swasembada jagung dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional maupun kesejahteraan masyarakat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Swasembada Jagung Produksi Jagung Meningkat Jagung Surplus