Arie Gumilar, Sosok di Balik Suara Pekerja Pertamina dan Perjuangan Kedaulatan Energi

14 Agustus 2026 03:30 14 Agt 2026 03:30

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Arie Gumilar, Sosok di Balik Suara Pekerja Pertamina dan Perjuangan Kedaulatan Energi

Arie Gumilar, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) periode 2024–2027. (Foto: Antara)

KETIK, JAKARTA – Nama Arie Gumilar tidak asing dalam dinamika hubungan industrial di lingkungan Pertamina.

Ia merupakan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), organisasi yang menjadi wadah serikat pekerja di lingkungan Pertamina Group.

Arie kembali dipercaya memimpin FSPPB untuk periode 2024–2027.

Kepercayaan tersebut diberikan melalui Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 FSPPB yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, pada 24–26 April 2024.

Bagi Arie, amanah tersebut menjadi kali ketiga dirinya dipercaya memimpin federasi pekerja Pertamina. Pengukuhan kepengurusan periode 2024–2027 kemudian dilaksanakan di Jakarta pada Agustus 2024.

Di balik kiprahnya sebagai pimpinan organisasi pekerja, Arie juga memiliki latar belakang profesional di lingkungan Pertamina.

Berdasarkan profil profesionalnya, Arie merupakan lulusan S1 Teknik Kimia Universitas Diponegoro yang menempuh pendidikan pada 1994 hingga 1999.

Kariernya di Pertamina tercatat dimulai pada November 2001 sebagai Senior Engineer.

Ia kemudian menjalani peran sebagai Senior Process Engineer dan saat ini tercatat sebagai Senior Manager Technical Operational Risk di PT Kilang Pertamina Internasional sejak Januari 2025.

Pengalaman panjang di sektor energi tersebut turut menjadi modal Arie dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin serikat pekerja.

Dalam berbagai kesempatan, ia tidak hanya menyuarakan kepentingan pekerja, tetapi juga menempatkan keberlangsungan Pertamina dan ketahanan energi nasional sebagai bagian dari perjuangan organisasi.

Arie menilai serikat pekerja memiliki posisi penting dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Ia juga mendorong agar direksi, komisaris dan serikat pekerja dapat bersinergi menghadapi berbagai perubahan di industri energi.

"Tantangan ke depan tidaklah mudah, dengan perubahan global yang dinamis menjadikan kita harus kritis bersama-sama dan kita hadapi bersama-sama. Jadi tiga stakeholder yaitu direksi, komisaris dan serikat pekerja harus bersatu bersinergi," kata Arie saat pengukuhan pengurus FSPPB periode 2024–2027.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa perjuangan Arie melalui FSPPB tidak semata berkaitan dengan persoalan hubungan industrial.

Ia juga membawa isu yang lebih luas mengenai masa depan industri energi Indonesia.

FSPPB di bawah kepemimpinannya menyatakan dukungan terhadap pengembangan sektor energi yang berwawasan lingkungan, kerakyatan dan berkeadilan, termasuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Isu kedaulatan energi juga menjadi salah satu gagasan yang kerap disuarakan Arie. Dalam pernyataan FSPPB, ia menempatkan kedaulatan energi sebagai bagian penting dari kedaulatan negara dan mengaitkannya dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Di sisi hubungan industrial, Arie juga menilai komunikasi antara manajemen dan serikat pekerja menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan bisnis Pertamina.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap komunikasi yang semakin terbuka antara manajemen dan serikat pekerja serta berharap hubungan tersebut dapat terus diperkuat.

Tiga periode kepemimpinan di FSPPB membuat sosok Arie tidak hanya dikenal sebagai representasi pekerja Pertamina, tetapi juga sebagai salah satu figur yang aktif membawa isu ketenagakerjaan, hubungan industrial dan kedaulatan energi ke ruang publik.(*)

 

Tombol Google News

Tags:

Arie Gumilar FSPPB Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Pertamina Serikat pekerja Pekerja Pertamina kedaulatan energi Hubungan Industrial energi nasional Berita Jakarta info jakarta