Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UINSA Sosialisasi dan Pendampingan Digitalisasi UMKM di Banyuurip Ngawi

13 Juli 2026 04:00 13 Jul 2026 04:00

Nadifah Meidina, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dorong Kemajuan Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN UINSA Sosialisasi dan Pendampingan Digitalisasi UMKM di Banyuurip Ngawi

Mahasiswa KKN Kelompok 40 UINSA berfoto bersama Sekretaris Desa beserta para pelaku usaha UMKM Desa Banyuurip seusai pelaksanaan agenda sosialisasi implementasi teknologi dan identitas digital, Jumat, 10 Juli 2026. (Foto: Mahasiswa UINSA kelompok 40)

KETIK, SURABAYA – Sebagai upaya mendorong roda perekonomian lokal di era modern, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 40 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Sosialisasi Pendampingan Implementasi Digital UMKM: Pembuatan Identitas Digital dan Optimalisasi Pemasaran Berbasis Teknologi".

Acara ini dilaksanakan di Aula Balai Desa Banyuurip, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Kegiatan ini menyasar langsung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Banyuurip sebagai peserta utama. Fokus kegiatan diarahkan pada pembekalan kemampuan teknologi praktis guna memperluas jangkauan pasar produk lokal mereka.

Sekretaris Desa Banyuurip, Diki Pradana, menyambut baik inisiatif yang dibawa oleh para mahasiswa. Pihak pemerintah desa menyampaikan apresiasi mendalam karena program ini menyentuh kebutuhan krusial para pelaku usaha di desa saat ini.

"Kami dari pihak desa mengucapkan terima kasih banyak. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pelaku UMKM yang ada di Desa Banyuurip," ujar Diki.

Foto Sekretaris Desa Banyuurip, Diki Pradana (34), memberikan sambutan dan apresiasi kepada mahasiswa saat membuka acara sosialisasi digitalisasi UMKM di Aula Balai Desa, Jumat (10/7)Sekretaris Desa Banyuurip, Diki Pradana (34), memberikan sambutan dan apresiasi kepada mahasiswa saat membuka acara sosialisasi digitalisasi UMKM di Aula Balai Desa pada Jumat, 10 Juli 2026. (Foto: Mahasiswa UINSA kelompok 40)

Ia juga menaruh harapan besar agar ilmu yang telah dibagikan tidak berhenti di ruang aula saja. "Harapannya, setelah sosialisasi ini para pelaku UMKM bisa langsung menerapkan materi-materi yang sudah dipaparkan dalam menjalankan usaha mereka sehari-hari," ucapnya.

Selama jalannya acara, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pemaparan materi. Salah satu materi yang paling menarik perhatian warga adalah pemanfaatan peta digital (Google Maps) untuk bisnis.

Wahyu Retyaningtyas, seorang peserta sosialisasi, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang selama ini belum pernah ia coba untuk mengembangkan usahanya.

"Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi UMKM di Banyuurip untuk bisa semakin maju dan berkembang. Untuk digitalisasi yang dipaparkan tadi, hal baru yang baru saya ketahui adalah tentang cara penambahan lokasi toko pada Google Maps," kata Tyas.

Tidak berhenti pada pemaparan materi saja, mahasiswa KKN 40 UINSA berkomitmen untuk melakukan pendampingan secara langsung ke tempat usaha warga.

Aksi nyata yang dilakukan meliputi pembuatan logo usaha yang lebih menarik, penyusunan katalog produk untuk pemasaran, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, hingga digitalisasi sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS.

Melalui program pendampingan yang intensif ini, mahasiswa KKN 40 UINSA berharap identitas digital yang telah dibuat bersama warga dapat menjadi langkah awal bagi produk-produk unggulan Desa Banyuurip untuk bersaing di pasar yang lebih luas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kkn Uinsa Info Ngawi Desa Banyuurip Mahasiswa UINSA Digitalisasi Desa Berita Ngawi