Batal Pensiun dari Tribun Sirkuit, Yoesteyfan Merinding Jadi Saksi Melesatnya Veda Ega Tembus Podium Sepang

2 November 2026 21:15 2 Nov 2026 21:15

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Batal Pensiun dari Tribun Sirkuit, Yoesteyfan Merinding Jadi Saksi Melesatnya Veda Ega Tembus Podium Sepang

Yoesteyfan di sela menyaksikan MotoGP mendukung Veda Ega Pratama di Sirkuit Internasional Petronas Sepang Malaysia, Minggu, 1 November 2026. (Foto: Yoesteyfan for Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mengukir sejarah Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Pada seri ke-19 di Sirkuit Internasional Petronas Sepang Malaysia, Minggu, 1 November 2026, pembalap berusia 17 tahun tersebut secara fantastis finish podium kedua.

Tak hanya mengibarkan bendera merah putih di Negeri Jiran, tapi Rookie Honda Team Asia itu menyajikan aksi balapan cerdik dan penuh determinasi sepanjang 15 putaran di Moto3.

Start dari posisi delapan, pembalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta tersebut berhasil menyentuh garis finish kedua di belakang juara dunia Moto3, Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team). Veda berada di depan pembalap asal Red Bull KTM Ajo, Alvaro Carpe, serta pembalap muda tuan rumah, Hakim Danish.

Lantas, bagaimana gemuruhnya suasana penonton yang jauh-jauh datang ke Malaysia khusus mendukung Veda Ega Pratama? Salah satunya adalah Yoesteyfan, pengusaha asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang datang bersama istrinya menyaksikan langsung aksi Veda menaklukkan Sirkuit Sepang.

“Tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, betapa puas dan bangganya kami melihat Veda Ega Pratama berdiri di podium. Saat motornya menyentuh garis finish, perasaan campur aduk, merindng bahkan sampai terharu. Sangat-sangat luar biasa anak itu,” ujar Yoesteyfan kepada Ketik.com.

Pria berusia 59 tahun yang sudah lebih dari 20 kali menyaksikan balapan MotoGP maupun F1 di Malaysia itu mengaku pada hari H balapan suasananya tak seperti edisi tahun-tahun sebelumnya. Jika selama ini datang untuk mendukung pembalap idolanya, namun tahun ini lebih dari sekadar support ke jagoan, tapi juga kebanggaan karena membawa nama Bangsa Indonesia.

Rasa bangganya semakin memuncak saat komentator di sirkuit maupun dari layar raksasa menyebut nama Veda dan Indonesia. “Benar-benar suasana yang tidak pernah saya temui sejak pertama kali ke Sepang sekitar 2005. Mendukung pembalap dari bangsa sendiri sangat menguras emosi, apalagi yang kita dukung sukses podium. Ini pengalaman yang sangat-sangat luar biasa,” ucapnya.

Ia bercerita banyaknya pendukung para pembalap, khususnya asal Malaysia Hakim Danish. Bersaing dengan Veda Ega di kelas Moto3, suporter tuan rumah sangat banyak dan sangat all out. Teriakan-teriakan menyebut nama Hakim Danish hampir terdengar di seluruh tribun area saat pembalap melintas.

Kendati pendukung Veda jumlahnya hanya puluhan sampai ratusan, namun tidak kalah semangat dan tak berhenti berteriak menyebut nama Veda. Suasana semakin meriah ketika Veda sukses mendahului lawan-lawannya hingga finish.

“Lebih seru ketika Veda berhasil overtake beberapa pembalap yang sudah langganan menang. Finish kedua itu gemanya di sirkuit luar biasa, Kami mendengar nama Veda dan Indonesia disebut berulang-ulang. Selama 20 tahun lebih di Sepang, saya tidak pernah mendengarnya. Ini sesuatu hal yang merupakan pengalaman dan kepuasan tersendiri,” tutur Yoes, sapaan akrabnya.

“Balapan luar biasa dengan hasil luar biasa pula. Kami sangat bangga melihat anak muda yang lahir dari daerah terpencil di Yogyakarta, tapi memiliki bakat alam di dunia balap motor. Dia bisa bersaing dengan pembalap Eropa yang selama ini mendominasi, seperti Spanyol dan Italia,” tambah dia.

Foto Yoesteyfan di sela  menyaksikan MotoGP  di Sirkuit Internasional Petronas Sepang Malaysia pada 30 Oktober 2026 hingga 1 November 2026. (Foto: Yoesteyfan for Ketik.com)
Yoesteyfan di sela menyaksikan MotoGP di Sirkuit Internasional Petronas Sepang Malaysia pada 30 Oktober 2026 hingga 1 November 2026. (Foto: Yoesteyfan for Ketik.com)

 

Batal "Resign" dari Tribun Sirkuit

Di dunia suporter balapan, Yoesteyfan bukan merupakan nama baru. Berbagai pengalamannya dari sirkuit satu ke sirkuit lainnya menjadi bukti kecintaannya terhadap dunia balapan, baik motor (MotoGP) maupun mobil (Formula 1).

Beberapa sirkuit yang pernah disinggahinya selain Sepang Malaysia antara lain Sirkuit Motegi di Jepang, Sirkuit Internasional Chang, Buriram di Thailand, Marina Bay Street Circuit di Singapura, Sirkuit Internasional Shanghai di Tiongkok serta Sirkuit Internasional Mandalika di Indonesia.

“Tapi sejak Mandalika digunakan untuk MotoGP, saya hanya dua kali ke sana, yakni tahun pertama dan kedua. Bukan tanpa alasan, tapi karena lebih mudah dan nyaman di sirkuit luar negeri, terutama dari sisi transportasi maupun fasilitas di Lombok,” katanya.

Ia berharap sirkuit di Lombok semakin berbenah setiap tahunnya dan penonton tidak kecewa saat menyaksikan MotoGP di sana. Khususnya dari segi biaya transportasi yang tinggi dan hotel yang sangat mahal.

“Naiknya tarif hotel sangat tidak masuk akal. Bukan dua kali lipat lagi dari harga hari-hari biasanya, tapi bisa lebih. Kami berharap jangan ada kesan ‘Aji Mumpung’ karena ada ajang MotoGP. Semoga ke depan lebih baik lagi dan semakin membuat bangga warga Indonesia,” tegasnya.

Kembali ke tribun sirkuit, Yoesteyfan di awal tahun 2000-an adalah penggemar pembalap asal Italia Valentino Rossi. Hingga akhirnya “the Doctor” memutuskan pensiun, ia kemudian mengalihkan jagoannya ke “Pecco” Bagnaia.

Selepas pandemi Covid-19, ia bahkan memutuskan “resign” menyaksikan langsung dari tribun. Ia pun pamitan kepada rekan-rekan komunitasnya sudah pensiun dari sirkuit. Namun, sejak munculnya sang fenomena, Veda Ega Pratama, pamitannya dibatalkan. Yoesteyfan kembali ke sirkuit dan bersama-sama lagi berdiri di belakang pagar tribun, bersuara menyebut dan meneriakkan nama Veda.

Kehadirannya di Sirkuit Sepang kali ini juga tidak lain mendukung seorang Veda, bukan Pecco Bagnaia, Marc Marquez maupun pembalap MotoGP lainnya. “Dulu kalau nonton ke sirkuit itu karena hobi dan cinta terhadap dunia balapan, lalu sudah pamit tidak nonton lagi. Tapi, kali ini saya datang spesial untuk Veda,” tegasnya.

Yoesteyfan berharap Veda Ega Pratama tampil konsisten dan sukses bersaing dengan pembalap lainnya. Menurut dia, sebagai rookie, prestasi Veda sudah sangat membanggakan.

“Jika tahun depan masih di Moto3 maka penampilannya diharapkan semakin melesat dan lebih baik dari tahun sekarang. Ke depan lanjut ke Moto2 dan Insya Allah sampai tembus ke kelas utama MotoGP. Harapan kami, ada pembalap Indonesia yang bersaing di MotoGP dan mengibarkan merah putih di podium,” ucapnya.

Di musim 2027, Yoes tidak kapok dan siap kembali datang ke sejumlah sirkuit mendukung langsung Veda Ega Pratama bersama para pembalap asal Indonesia lainnya, termasuk Mario Aji di kelas Moto2. (*)

Tombol Google News

Tags:

Veda Ega Pratama Veda Podium Yoesteyfan Sidoarjo Saksi Veda Podium Motogp Malaysiia sirkuit sepang Veda P2