Pemkab Sleman Gelar Lomba Fashion Show Kebaya Meriahkan 14 Tahun UU Keistimewaan DIY

10 September 2026 09:20 10 Sep 2026 09:20

Fajar Rianto, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkab Sleman Gelar Lomba Fashion Show Kebaya Meriahkan 14 Tahun UU Keistimewaan DIY

Aksi anggun dan kreatif salah satu peserta Kategori Remaja dalam balutan kebaya funky di atas panggung peragaan busana, Rabu 9 September 2026. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Menyemarakkan peringatan 14 Tahun disahkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Lomba Fashion Show Kebaya memperebutkan Piala Bupati Sleman.

Perhelatan ini menjadi sarana pelestarian busana adat sekaligus wadah kreativitas warga yang digelar di Joglo Taman Budaya Lohjinawi, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, pada Rabu, 9 September 2026.

Ajang peragaan busana tradisional Jawa ini terbukti sukses menarik perhatian dan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Tercatat sebanyak 550 peserta dari berbagai pelosok daerah mendaftarkan diri untuk unjuk kebolehan di atas panggung. Panitia penyelenggara membagi kompetisi ini ke dalam dua kategori utama, yakni Kategori Remaja khusus usia 14–24 tahun dengan mengusung tema Kebaya Funky, serta Kategori Dewasa untuk usia 24 tahun ke atas yang menampilkan keanggunan Kebaya Pakem Gagrak Jogja. Selain sebagai arena kompetisi, kegiatan ini difungsikan sebagai wadah penting untuk mengekspresikan pelestarian budaya lokal secara inklusif.

Peringatan Keistimewaan DIY tahun ini secara resmi mengusung tema Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad. Merujuk pada penjelasan dari Pemerintah Daerah DIY, filosofi tema mendalam tersebut menggambarkan cita-cita mulia agar keistimewaan Yogyakarta senantiasa mewujudkan kehidupan masyarakat yang mulia di dalam hati, sejahtera di atas bumi tempat berpijak, serta berwibawa di mata dunia.

Nilai-nilai filosofis tersebut bergerak selaras dengan ajaran luhur Hamemayu Hayuning Bawana serta semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama dalam roda pembangunan karakter dan kesejahteraan masyarakat di Yogyakarta.

Foto Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyerahkan Piala Bupati kepada pemenang Lomba Fashion Show Kebaya Kategori Dewasa di Joglo Taman Budaya Lohjinawi, Sinduharjo, Ngaglik. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyerahkan Piala Bupati kepada pemenang Lomba Fashion Show Kebaya Kategori Dewasa di Joglo Taman Budaya Lohjinawi, Sinduharjo, Ngaglik. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa perjalanan 14 tahun berlakunya Undang-Undang Keistimewaan DIY bukanlah sekadar penanda bergantinya waktu semata. Menurutnya, momentum peringatan ini harus dimaknai sebagai amanah berkelanjutan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat dan melestarikan warisan leluhur. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, derasnya arus modernisasi diingatkan agar tidak sampai membuat generasi penerus kehilangan jati diri atau tercerabut dari nilai-nilai kebudayaan lokal yang berharga.

Lebih lanjut, Danang Maharsa menyoroti pentingnya relevansi acara peragaan busana ini sebagai sarana yang mampu mempertemukan tradisi dengan kreativitas masa kini. Ia menilai warisan budaya takbenda seperti kebaya memiliki potensi besar jika terus dihidupkan sebagai sumber inspirasi karya-karya baru. Pengolahan budaya yang kreatif tidak hanya berfungsi memperkuat identitas dan karakter daerah. Tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian warga melalui industri kreatif berbasis kerajinan dan fashion.

"Melalui peragaan busana ini, kita tunjukkan bahwa kebudayaan adalah sumber inspirasi yang hidup. Terima kasih kepada para seniman, penggiat budaya, dan anak-anak muda yang terus nguri-nguri budaya. Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat tekad pembangunan Yogyakarta," ujar Danang saat menyampaikan sambutannya.

Ia menyebut, rangkaian peringatan di sahkannya  UU Keistimewaan DIY selalu menjadi tonggak penting bagi pemkab Sleman dalam menguatkan sinergi dengan masyarakat.

Melalui Dana Keistimewaan (Danais), pelestarian budaya kini menjangkau hingga tingkat kalurahan. Pemkab Sleman berharap peragaan kebaya ini menumbuhkan rasa bangga generasi muda untuk mengenakan pakaian adat Jawa sehari-hari. Langkah ini sekaligus menjaga keistimewaan Yogyakarta agar terus memberi manfaat nyata bagi warga. (*)

Tombol Google News

Tags:

Uu Keistimewaan Piala Bupati Sleman Pemkab Sleman Danang Maharsa Wabup Sleman Kebaya Gagrak Jogja Kebaya Funky Kebudayaan Sleman Taman Budaya Lohjinawi Dana Keistimewaan