Selama 31 Tahun di Merauke Hidup Sebatangkara, Bupati Situbondo Pulangkan Saimah ke Kampung Halaman

23 September 2026 07:17 23 Sep 2026 07:17

Heru Hartanto, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Selama 31 Tahun di Merauke Hidup Sebatangkara, Bupati Situbondo Pulangkan Saimah ke Kampung Halaman

Saimah saat tiba di kampung halamannya di Padukuhan Pariopo, Kanpung Selatan, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Selasa 22 September 2026 (Foto: Heru Hartanto/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Saimah (81) yang selama 31 tahun berada di Merauke sebatangkara akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya di Pedukuhan Pariopo, Kampung Selatan, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa 22 September 2026.

Kepulangan Saimah berawal dari live TikTok Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Saat live TikTok salah satu warga Merauke memberi kabar bahwa ada masyarakat Situbondo yang hidup sebatangkara selama 31 tahun dan menyatakan ingin pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Situbondo.

Penyataan tersebut langsung mendapat perhatian dari Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang turut membantu proses pemulangan hingga warga tersebut dapat kembali ke Pedukuhan Pariopo, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo dan berkumpul bersama keluarganya.

“Alhamdulillah, Saimah (81) yang selama 31 tahun berada di Merauke sebatangkara akhirnya bertemu kembali dengan keluarganya. Saimah kita pulangkan dari Merauke berkat partisipasi dari masyarakat Kabupaten Situbondo,” kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo ketika bertemu dengan tim penjemput Saimah di SPBU Gending Probolinggo.    

Momentum kepulangan Saimah ke kampung halamanya di Kabupaten Situbondo itu menjadi peristiwa yang cukup mengharukan. Sebab, setelah lebih dari tiga dekade menjalani kehidupan jauh dari kampung halaman, warga tersebut akhirnya kembali menginjakkan kaki di Bumi Salawat Nariyah Kabupaten Situbondo.

Proses pemulangan Saimah dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait. “Terimah kasih atas bantuan Protokol di Makasar yang telah membantu proses pemulangan Saimah. Sebab, sebelum Saimah sampai di Kabupaten Situbondo transit dulu di Makasar,” kata Mas Rio.

Pemulangan Saimah, kata Mas Rio tersebut, menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga Situbondo, termasuk mereka yang berada jauh di luar negeri dan membutuhkan fasilitasi untuk kembali ke daerah asal. Pemerintah daerah akan berupaya hadir ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Kami tentu bersyukur warga kita bisa kembali ke Situbondo setelah 31 tahun berada di Merauke. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan warga kita bisa kembali dan berkumpul dengan keluarganya,” pungkas Mas Rio.

Sementara itu, Camat Asembagus Faishol Afandi dan Camat Jangkar Lina Yuriyana Soeherman ketika menyambut kedatangan Saimah mengatakan, suasana haru dan isak tangis bahagia tak terbendung saat Saimah akhirnya bisa kembali berpelukan erat dengan sang anak setelah 31 tahun berpisah. Momen emosional tersebut disaksikan oleh para kerabat yang tidak mampu menahan rasa haru. 

​“Perjalanan panjang Saimah dari Merauke hingga sampai ke tempat tujuan di Padukuhan Pariopo, Kampung Selatan, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Situbondo, dapat terlaksana dengan baik. Atas kepedulian Mas Rio, Bupati Situbondo dan bantuan dari berbagai pihak Saimah bertemu kembali dengan anak anaknya dan kerabatnya,” kata Camat Asambagus Faishol ketika berada di rumah anakknya Saimah. 

​Pihak keluarga, kata Faishol, menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Bupati Situbondo, Mas Rio, yang telah memfasilitasi proses kepulangan Saimah. “Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh masyarakat yang telah menyisihkan donasi demi mendanai kepulangan Saimah ke tanah kelahirannya,” jelas Faishol.

​Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada Abang Muhammad yang ditunjuk oleh Mas Rio sebagai fasilitator untuk mendampingi dan mengurus proses kedatangan Saimah hingga dapat berkumpul kembali dengan keluarganya di Desa Bantal.

“Kepulangan tersebut sekaligus menjadi awal baru bagi Saimah. Setelah puluhan tahun meninggalkan kampung halaman, ia kini kembali menjalani kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat Situbondo. Kepulangan Saimah tersebut menjadi momentum untuk kembali membangun kehidupan bersama keluarganya,” jelas Faishol. (*)

Tombol Google News

Tags:

Selama 31 Tahun Di Merauke Hidup Sebatangkara Bupati Situbondo Pulangkan Saimah Ke Kampung Halamannya