Malang Raya Panas Menyengat, Ini Penjelasan BMKG

5 Oktober 2026 14:22 5 Okt 2026 14:22

Kukuh Kurniawan, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Malang Raya Panas Menyengat, Ini Penjelasan BMKG

Cuaca Malang panas. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Beberapa hari terakhir, cuaca di Jawa Timur, khususnya Malang Raya, terasa lebih panas dari biasanya. Sinar matahari yang menyengat sejak pagi hari memicu rasa gerah dan tidak nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.

Kondisi terik ini pun memicu pertanyaan publik. Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan kondisi atmosfer yang kering serta minimnya tutupan awan menjadi penyebab utama suhu udara di Malang Raya panas, terutama pada siang hari.

"Kondisi panas dan kering ini masih terjadi hingga beberapa hari ke depan, karena kondisi atmosfer periode 2 hingga 8 Oktober di wilayah Jawa relatif kering. Minim tutupan awan membuat pemanasan permukaan lebih kuat, sehingga suhu maksimum siang hari terasa lebih panas," jelasnya kepada Ketik.com, Senin, 5 Oktober 2026. 

Penerimaan radiasi matahari di wilayah Jawa juga semakin kuat karena posisi gerak semu matahari saat ini berada di sekitar selatan ekuator. Di saat bersamaan, fenomena El Nino yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif berkontribusi mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia, sehingga pembentukan awan dan hujan menjadi terbatas.

"Meski secara geografis Malang Raya berada di dataran tinggi, namun siang hari terasa panas saat langit cerah dan tutupan awannya sedikit," tambahnya. 

Meski demikian, BMKG memprediksi penurunan intensitas panas akan terjadi secara bertahap seiring meningkatnya pertumbuhan awan dan peluang hujan. Kendati begitu, masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi panas menyengat masih bisa terjadi pada hari-hari tertentu selama masa pancaroba.

"Penurunan intensitas panas diperkirakan terjadi secara bertahap, seiring meningkatnya pertumbuhan awan dan peluang hujan. Namun, kondisi panas masih dapat terjadi pada hari-hari tertentu selama masa peralihan," tandasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Wilayah Malang Raya BMKG Kondisi Atmosfer Kering Minim Tutupan Awan Cuaca malang raya cuaca malang Suhu Malang Berita Malang Info Malang