KETIK, HALMAHERA SELATAN – Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin menyebut PKB sebagai partai modern, terbuka, dan mampu merangkul keberagaman. Ia menyampaikan pandangan itu dalam acara pengukuhan Pengurus DPC, orientasi politik, dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB Halmahera Selatan di Ballroom Palm Hotel, Kecamatan Bacan, Sabtu 26 September 2026.
Mengawali sambutan, Helmi mengajak peserta memaknai pertemuan sebagai ruang untuk mempererat hubungan. Suasana akrab itu, menurutnya, menjadi bagian penting dalam kegiatan partai.
“Pertemuan hari ini adalah pertemuan penuh kekeluargaan,” kata Helmi.
Helmi kemudian menjelaskan pandangannya tentang karakter PKB. Ia menghubungkan keterbukaan partai dengan pemikiran Gus Dur, yang ia sebut sebagai tokoh pluralisme Indonesia.
“Saya memandang PKB sebagai partai yang modern, inklusif, terbuka, dan plural. Pendiri partai ini adalah Bapak pluralisme Indonesia, almarhum Gus Dur,” ujarnya.
Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin Berpose Bersama pengurus DPC PKB (Foto: Mursal/Ketik.com)
Selain nilai yang dibawa partai, Helmi menyoroti keberadaan struktur dan jejaring organisasi. Menurut dia, modal tersebut dapat menjadi ruang bagi kader untuk berperan dan mengembangkan PKB.
“Kalau melihat dari sisi strukturnya, PKB sebetulnya partai yang paling enak. Kenapa? Karena onderbouw-nya sudah tersedia,” tutur Helmi.
Ia juga menyinggung capaian PKB di tingkat nasional dan daerah, termasuk perkembangan di Maluku Utara dan Halmahera Selatan dalam dua kali pemilu. Meski demikian, ia mengingatkan para kader bahwa peta politik dapat berubah pada setiap periode.
“Ada kenaikan terus: 68 kursi DPR RI, lalu 1.287 di kabupaten/kota. Di Maluku Utara, dalam dua kali pemilu ini, prestasinya meningkat, terutama di Halmahera Selatan. Tapi setiap lima tahun dinamikanya selalu berbeda,” katanya.
Helmi menilai capaian tersebut perlu dijaga melalui kerja para kader. Ia menyebut upaya mempertahankan maupun meningkatkan hasil pemilu bergantung pada kemampuan masing-masing partai.
“Bagaimana cara mempertahankan atau meningkatkan itu tergantung kemampuan rekan-rekan PKB itu sendiri. Partai politik yang lain juga memiliki tujuan yang sama,” ucapnya.
Pada bagian lain sambutannya, Helmi mengangkat pentingnya menyiapkan generasi muda yang mampu memadukan tradisi dengan pemikiran modern. Ia menyebut bekal intelektual diperlukan agar generasi muda dapat mengambil peran dalam kehidupan berbangsa.
“Generasi muda harus hebat, tidak hanya tradisional, tetapi juga tradisional modernis. Intelektual berbasis tradisional kemudian menjadi intelektual untuk mengisi posisi penting di Republik ini,” tandas Helmi Umar Muchsin.
