Pasca Krisis, Bupati Fawait Dorong Jalur Alternatif Pasokan BBM Jember dari Malang atau Surabaya

8 September 2026 21:01 8 Sep 2026 21:01

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pasca Krisis, Bupati Fawait Dorong Jalur Alternatif Pasokan BBM Jember dari Malang atau Surabaya

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait membagikan bantuan makanan kepada masyarakat yang berjam-jam antri mendapatkan BBM di SPBU. (Foto: Fadli/Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Antre panjang masyarakat Jember untuk mendapatkan BBM di SPBU, mengundang kepedulian dari Bupati Jember, Muhammad Fawait. Pria yang karib disapa Gus Fawait itu membagikan makanan kepada warga yang terpaksa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM di SPBU Gebang dan SPBU Gajahmada, Selasa malam, 8 September 2026. 

Tak sekedar membagikan makanan, Gus Fawait juga meninjau langsung antrean panjang kendaraan yang terjadi di tengah kendala pengiriman BBM ke Jember. Ia juga berinteraksi dengan masyarakat yang menunggu giliran mengisi BBM. Ia memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengecek kelancaran distribusi bahan bakar ke sejumlah SPBU.

Pemerintah Kabupaten Jember melakukan peninjauan tersebut setelah antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU. Kondisi itu berkaitan dengan tersendatnya pengiriman BBM dari jalur utama distribusi yang selama ini memasok kebutuhan Jember.

Gus Fawait menjelaskan, gangguan pengiriman terjadi akibat kepadatan lalu lintas serta pekerjaan perbaikan jalan di rute utama dari Banyuwangi. Kondisi tersebut membuat pasokan BBM terlambat tiba di sejumlah SPBU.

"Kendala di jalan seperti perbaikan fasilitas atau kemacetan lalu lintas berimbas langsung pada keterlambatan BBM sampai di SPBU. Sebagai tindakan darurat, pasokan BBM tambahan langsung disalurkan demi memangkas antrean,” katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Jember mendorong Pertamina membuka jalur distribusi alternatif. Pemerintah daerah menilai ketergantungan pada satu jalur pasokan dari Banyuwangi dapat meningkatkan risiko ketika terjadi gangguan dalam proses pengiriman.

"Selama ini, kebutuhan BBM di Jember bergantung penuh pada suplai tunggal dari depo Banyuwangi. Kami mendorong hadirnya jalur distribusi alternatif dari wilayah seperti Malang atau Surabaya,” ujarnya.

Menurut Gus Fawait, persoalan distribusi bukan satu-satunya hal yang perlu dibenahi. Pemkab Jember juga menemukan masih ada sejumlah kecamatan, terutama di wilayah pelosok, yang belum memiliki akses terhadap SPBU resmi.

Pemerintah daerah kemudian membuka peluang investasi pembangunan SPBU baru di wilayah yang belum terjangkau. Selain memperluas akses masyarakat terhadap BBM, keberadaan SPBU baru dinilai dapat membuka lapangan kerja dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.

"Kami mengundang para investor untuk mendirikan SPBU baru di kecamatan yang belum terjangkau. Selain memastikan pasokan bahan bakar merata sampai ke pelosok, upaya ini juga membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” paparnya.

Di sisi lain, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki Ikbal Wilda Fardana menyatakan stok dan distribusi BBM bersubsidi menuju Jember tidak mengalami kendala. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena dapat memperpanjang antrean.

"Sebenarnya untuk kondisi stok maupun distribusi ini tidak ada kendala. Kami mengimbau saja kepada masyarakat supaya tidak panic buying," terangnya.

Ikbal menyebut antrean panjang yang terjadi di Jember merupakan fenomena lokal. Ia menduga informasi mengenai kemungkinan kenaikan harga turut mendorong masyarakat membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan biasanya.

"Fenomena terjadinya antrean yang mengular ini hanya terjadi di Kabupaten Jember saja. Padahal baik dari stok maupun jalur distribusinya tidak ada kendala sama sekali. Bisa jadi ada isu kenaikan harga sehingga masyarakat panic buying," tandasnya.

Pemkab Jember kini mendorong perbaikan distribusi BBM agar antrean masyarakat di SPBU segera terurai. Pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui pembukaan jalur pasokan alternatif dan perluasan jaringan SPBU di kecamatan yang belum terjangkau.

Tombol Google News

Tags:

BBM Jember SPBU Jember antrean BBM Jember Pemkab Jember Muhammad Fawait Pertamina Kabupaten Jember Bupati Jember Gus Fawait