KETIK, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan komitmennya menjadikan Kabupaten Jember sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Pulau Jawa. Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus pengentasan kemiskinan.
Ia mengatakan, peningkatan kualitas infrastruktur menjadi fondasi penting agar Jember mampu menarik investasi dan bersaing dengan daerah-daerah maju di Jawa Timur.
"Kami sedang berjuang agar jalan tol bisa masuk ke Jember sehingga investasi di daerah ini bisa bersaing kembali," ujar Gus Fawait -sapaan akrabnya- usai menghadiri gala dinner Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) di Aula Wahyawibawagraha, Kantor Pemkab Jember, Sabtu malam, 4 Juli 2026.
Selain memperjuangkan pembangunan jalan tol, Pemkab Jember juga menyiapkan sejumlah proyek strategis lainnya. Program tersebut meliputi pelebaran ruas Jalan Tanggul–Mangli, pengaspalan ulang jalur Mangli menuju pusat kota, serta pembangunan flyover di Simpang Empat Mangli, tepatnya di pertemuan Jalan Brawijaya dan Jalan Hayam Wuruk yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan sekaligus pintu masuk utama menuju Kota Jember.
"Mudah-mudahan pada 2026 Flyover Mangli bisa dibangun sebagai bentuk kemajuan Kabupaten Jember," katanya.
Di sisi lain, Gus Fawait menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan upaya menekan angka kemiskinan. Ia mengungkapkan, saat mulai memimpin Jember, dirinya menerima data yang menunjukkan kabupaten tersebut memiliki jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, namun menempati posisi kedua dengan angka kemiskinan absolut tertinggi setelah Kabupaten Malang.
"Kami akan fokus pada pengentasan kemiskinan karena persoalan ini berdampak pada banyak hal, mulai dari angka kematian ibu, angka kematian bayi, hingga stunting," ungkapnya.
Gus Fawait juga menilai penyelesaian persoalan kemiskinan tidak dapat dilakukan pemerintah daerah seorang diri. Karena itu, ia mengajak Universitas Jember (UNEJ) beserta para alumninya untuk berkolaborasi melalui kajian akademik, inovasi, dan pendampingan kepada masyarakat.
"Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Saya mohon kerja sama dari Universitas Jember agar persoalan ini bisa kita tuntaskan bersama," tutur doktor ilmu ekonomi dari Unair ini.
Menurutnya, Jember juga harus memiliki daya saing yang lebih luas. Ia menegaskan, daerah yang dipimpinnya tidak cukup hanya bersaing dengan kabupaten di sekitarnya, melainkan harus mampu sejajar dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
"Saingan kita bukan kabupaten di sebelah, tetapi Malang, Surabaya, Kediri, dan daerah-daerah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
Ia pun mengajak para tokoh dan alumni asal Jember yang telah berhasil di berbagai bidang agar ikut berkontribusi membangun daerah. Menurutnya, percepatan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama.
"Kami ingin mengajak seluruh putra-putri terbaik Jember untuk bersama-sama membangun kampung halaman agar benar-benar naik kelas," ucapnya.
Sementara itu, Ketua PP KAUJE Sarmuji mengapresiasi komitmen Bupati Jember yang membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan UNEJ akan menghasilkan berbagai solusi untuk mempercepat pembangunan.
"UNEJ adalah aset terbesar Kabupaten Jember. Kalau hubungan pemerintah daerah dengan UNEJ baik, saya yakin potensi-potensi Jember akan dikelola lebih baik," ujarnya.
Sarmuji menilai Jember memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, kopi, kakao, hingga pariwisata. Potensi tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara optimal dengan dukungan kepemimpinan yang memiliki landasan intelektual.
"Pemimpin membutuhkan landasan intelektual agar mampu menemukan akar persoalan dan menghadirkan solusi yang tepat," katanya.
Rektor UNEJ Iwan Taruna menegaskan pihaknya siap mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemkab Jember. Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan alumni akan menjadi kekuatan besar untuk mendorong kemajuan daerah.
"Harapan kami, kemajuan Jember juga akan membawa kemajuan bagi kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur, hingga Indonesia," tegasnya. (*)
.png)