Bupati Subandi: Mutasi Pejabat Pemkab Sidoarjo Bersih dari Gratifikasi dan Titip-titipan

28 Agustus 2026 08:45 28 Agt 2026 08:45

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Bupati Subandi: Mutasi Pejabat Pemkab Sidoarjo Bersih dari Gratifikasi dan Titip-titipan

Bupati Subandi menyampaikan sambutan berisi pesan, arahan, dan perintah kepada para pejabat yang baru dilantik di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (26 Agustus 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Gerbong birokrasi di jajaran Pemkab Sidoarjo terus bergerak mengikuti. Agar pelayanan kepada masyarakat meningkat dan transformasi menuju pemerintahan digital berhasil, Bupati Sidoarjo Subandi SH MKn melantik 166 pejabat di berbagai tingkatan. Pengambilan sumpah dan janji jabatan berlangsung pada Rabu (26 Agustus 2026).

Dalam pengambilan sumpah dan janji jabatan tersebut, ada 10 pejabat eselon II yang menjalani rotasi dan promosi. Selain itu, tercatat 150 pejabat administrator (eselon III) dan pengawas (eselon IV) serta 6 pejabat fungsional di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo menjalani pelantikan.

Bupati Subandi menyampaikan arahan, pesan-pesan, maupun perintah langsung kepada para pejabat yang baru dilantik dan diambil sumpah. Di antaranya, pesan untuk segera bekerja keras untuk benar-benar melayani masyarakat. Saling dukung serta kompak antara bawahan dan atasan. Keberhasilan pejabat diukur dari dampak langsung kinerjanya bagi masyarakat.

”Masyarakat berharap kepada pemerintah agar bekerja secara nyata dan memberikan solusi atas segala persoalan yang dihadapi,” kata pesan Bupati Subandi.

Bupati Subandi mengingatkan, pejabat pemerintah tidak boleh hanya menjalankan rutinitas dan menyelesaikan pekerjaan administratif. Setiap kebijakan dan program harus berdampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjut dia, seluruh pejabat Pemkab Sidoarjo mampu membangun koordinasi dan komunikasi yang baik. Segera pahami fungsi dan tanggung jawab. Baik secara vertikal maupun horizontal. Keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai apabila setiap perangkat pemerintahan bekerja sendiri-sendiri.

Kekompakan diperlukan sejak dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan agar program-program pembangunan berjalan lebih efektif.

”Dengan koordinasi dan kekompakan yang semakin baik, pelayanan publik diharapkan semakin cepat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sidoarjo,” tambah Bupati Subandi.

Foto Bupati Sidoarjo Subandi memimpin prosesi pengambilan sumpah dan janji para pejabat Pemkab Sidoarjo yang mengikuti mutasi dan promosi. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Bupati Sidoarjo Subandi memimpin prosesi pengambilan sumpah dan janji para pejabat Pemkab Sidoarjo yang mengikuti mutasi dan promosi. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Bersih dari Titip-titipan dan Gratifikasi

Mutasi adalah hal biasa bagi pejabat di daerah. Mutasi pejabat yang dilakukan pada Rabu (26 Agustus 2026) merupakan kali ketiga sejak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati pada Februari 2025. Bupati Subandi menyatakan bersyukur. Proses mutasi telah berjalan lancar.

Dia memastikan dalam tiga kali mutasi itu, tidak ada titip-titipan. Tidak ada gratifikasi. Tidak ada pula senang atau tidak senang Bupati Subandi kepada pejabat yang dimutasi. Praktik-praktik seperti itu dijamin tidak ada saat bupati menempatkan pejabat.

Bupati Subandi mengatakan dirinya pernah menolak kedatangan pejabat yang masih beranggapan ucapan terima kasih dan gratifikasi sebagai hal biasa. Mereka hendak memberikan ucapan terima kasih, tapi malah ditegurnya.

Bupati Subandi berharap dan berdoa semoga pejabat-pejabat Pemkab Sidoarjo bisa menjalankan tugas dengan selamat serta mengakhiri pengabdian sebagai pegawai negeri dengan selamat pula.

”Jabatan adalah amanah. Harus dilaksanakan dengan penuh integritas. Jabatan bukan hanya kehormatan, melainkan juga kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Untuk mengawasi para pejabat. Bupati Subandi menyatakan Pemkab Sidoarjo telah memiliki dashboard untuk memantau kinerja aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sidoarjo. Pegawai yang tidak bekerja akan terlihat. Misalnya, ada pegawai yang pukul 10.00 masih ada di ruma, dia pasti ketahuan.  

Para pejabat yang baru dilantik diperintahkan untuk betul-betul melayani masyarakat. Kinerja pegawai Pemkab Sidoarjo harus bagus. Bagaimana caranya masyarakat bisa senang merasakan hasil-hasil pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.

”Tidak ada kekuatan yang besar bagi pegawai Pemkab Sidoarjo untuk berhasil, selain kinerjanya sendiri,” ujarnya.

Foto Para pejabat eselon II Pemkab Sidoarjo menunggu dimulainya proses pelantikan. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Para pejabat eselon II Pemkab Sidoarjo menunggu dimulainya proses pelantikan. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Sepuluh Pejabat Eselon II Bergeser Posisi

Dalam mutasi dan promosi pejabat Pemkab Sidoarjo pada Rabu pagi (26 Agustus 2026), sepuluh pejabat eselon II berpindah tugas. Mereka adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Dr Fenny Apridawati yang berpindah posisi menjadi Asisten 3 (bidang administrasi dan umum). Jabatan Sekretaris Daerah diisi oleh Kepala Bappeda Sidoarjo M. Ainur Rahman sebagai pelaksana tugas (Plt).

Selain sekretaris daerah, Asisten 3 Benny Airlangga Yogaswara berpindah tugas menjadi kepala Dinas Perizinan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sidoarjo. Benny Airlangga menggantikan Ridho Prasetyo yang dipercaya Bupati Subandi untuk menduduki jabatan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo.

Pejabat lain yang dilantik adalah dua Staf Ahli Bupati Sidoarjo. Masing-masing Arif Mulyono dan M. Chudlori. Arif Mulyono resmi dipercaya sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo. Adapun Chudlori ditunjuk menjadi kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo.

Tugas baru juga diemban oleh Yudhi Iriyanto. Dari kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), dia dipercaya menjadi kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo. Jabatan kepala Disporapar Sidoarjo diberikan Bupati Subandi kepada Rudi Setiyawan. Posisi lama Rudi Setiyawan sebagai kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip digantikan oleh Happy Setiyaning.

Seperti Yudhi Iriyanto, tugas baru juga didapatkan oleh Dr Enny Rustiningsih. Dari kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perkebunan Sidoarjo menjadi kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo. Kepala Dinas Pangan Sidoarjo dialihkan kepada M. Edi Kurniadi yang sebelumnya kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo.

Foto Kepala Disporapar Rudi Setiyawan yang mendapat amanah baru setelah menjalankan tugas sebagai kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjoi berakhir. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Kepala Disporapar Rudi Setiyawan yang mendapat amanah baru setelah menjalankan tugas sebagai kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjoi berakhir. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Tidak Ada Istilah Senang atau Tidak Senang

Bupati Subandi menegaskan bahwa dalam memutasi pejabat, tidak ada rasa senang maupun tidak senang dari bupati. Tujuan mutasi pejabat adalah membangun kekuatan untuk mewujudkan visi dan misi Bupati Sidoarjo dan Wakil Bupati Sidoarjo. Tugas pimpinan daerah sangat berat dalam melakukan berbagai perbaikan di Kabupaten Sidoarjo ini. 

Bupati dan Wakil Bupati memerlukan sekretaris daerah yang mampu melayani masyarakat dan menyukseskan pembangunan serta berkomunikasi dengan berbagai pihak. Diperlukan seorang Sekda yang setidaknya harus mampu menjalankan tiga tugas sekaligus.

Pertama, bisa "ngemong" semua aparatur sipil negara (ASN). Kedua, dapat menjaga harmonisasi di semua organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dengan DPRD Sidoarjo. Ketiga, mampu merangkul aparat penegak hukum yang menjadi mitra Pemkab Sidoarjo.

”Kalau itu bisa dilakukan, kita bisa dengan mudah mewujudkan visi dan misi,” tegas Bupati Subandi. 

Foto Pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang baru mengikuti pelantikan dan siap menjalankan tugas baru. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang baru mengikuti pelantikan dan siap menjalankan tugas baru. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Pantun Penyemangat, Pantun Pengingat

Baru kali ini Bupati Subandi menghadiahkan pantun. Di berbagai forum resmi maupun tidak resmi, pejabat yang berlatar belakang pengusaha itu hampir tidak pernah berpantun. Kepada ratusan para pejabat yang baru dilantik pada Rabu pagi (26 Agustus 2026), Bupati Subandi melempar pantun. Isinya motivasi.

”Manuk glatik onok ndukure mejo,” ucap Bupati Subandi.

”Cakeeepp,” seru para pejabat secara serentak.

”Nek mari dilantik, langsungo kerjo,” lanjut Bupati Subandi disambut tepuk tangan.

 

”Manuk glantik awake kuru,” ucap Bupati Subandi lagi.

Ratusan pejabat pun kompak menyahut, ”Cakeeep.”

”Nek mari dilantik ojok turu,” seru Bupati Subandi yang lagi-lagi disambut tepuk tangan meriah. (adv)

Tombol Google News

Tags:

sidoarjo Mutasi Pejabat Pemkab Sidoarjo Bupati Subandi Sekda Fenny Apridawati Disdikbud Sidoarjo