KETIK, BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melantik dan mengambil sumpah janji jabatan terhadap 69 kepala sekolah dan 11 pejabat fungsional pengangkatan pertama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jumat siang, 25 September 2026.
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, para Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro.
Dalam arahannya, Setyo Wahono menekankan bahwa kepala sekolah dan pejabat fungsional memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di Bojonegoro.
Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi salah satu fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan.
“Ini bukan hanya menjalankan tugas rutin, melainkan tugas mulia yang menuntut tanggung jawab penuh. Upaya ini adalah bagian inti dari komitmen kita bersama untuk membangun generasi yang cerdas, sehat, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing tinggi di masa depan,” tegas Setyo Wahono.
Bupati meminta kepala sekolah yang satuan pendidikannya ditunjuk sebagai pilot project untuk segera mempercepat kesiapan program kerja.
Selain itu, kemampuan manajerial juga diminta terus diperkuat agar kepala sekolah mampu menjalankan fungsi kepemimpinan secara efektif.
Setyo menegaskan, kepala sekolah harus mampu menjadi figur yang menjaga kekompakan seluruh unsur sekolah sekaligus mempertahankan integritas dan wibawa lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Keberhasilan sekolah, kata dia, tidak hanya diukur dari kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dari kemampuan kepemimpinan sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang solid dan berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik.
Perkembangan teknologi dan digitalisasi turut menjadi perhatian Bupati Bojonegoro.
Menurut Setyo, kemajuan teknologi membawa tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, terutama dalam pola interaksi peserta didik dengan lingkungan sekitarnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang humanis antara pendidik dan murid.
Proses pembelajaran, lanjutnya, tidak boleh hanya mengejar capaian akademik.
Pendidikan juga harus memberikan ruang yang kuat bagi pembentukan karakter dan mentalitas anak.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter, sikap, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.
Untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan berjalan secara konsisten, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pendidikan bersama tim terkait akan melakukan peninjauan lapangan dan inspeksi secara berkala.
Pemantauan dilakukan di berbagai satuan pendidikan yang tersebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro.(*)
