KETIK, TULUNGAGUNG – SMP Negeri 1 Ngantru, Kabupaten Tulungagung, mengajak para siswa mengenal sekaligus melestarikan seni dan budaya Nusantara melalui kegiatan kokurikuler bertajuk “Satu Gerak Seribu Cerita”.
Sekolah mengemas program tersebut dalam tema “Kearifan Lokal melalui Tari Nusantara” untuk Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung selama tiga minggu dengan sistem blok dan melibatkan seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX.
Rangkaian kegiatan dimulai di Lapangan Ngantru pada Rabu, 23 September 2026 pagi. Setiap jenjang mendapat kesempatan mempelajari dan menampilkan tarian tradisional dari daerah yang berbeda.
Siswa kelas VII mempelajari Tari Tor-Tor, sedangkan siswa kelas VIII membawakan Tari Jangger. Sementara itu, siswa kelas IX mendapat kesempatan mempelajari dan menampilkan Tari Saman.
Seluruh siswa kemudian akan tampil bersama dalam Tari Masal sebagai puncak kegiatan pada Gelar Karya yang berlangsung di Lapangan Desa Ngantru.
Pemilihan tema “Satu Gerak Seribu Cerita” memiliki makna tersendiri. Setiap gerakan dalam tari tradisional tidak sekadar menjadi rangkaian gerak tubuh, tetapi juga menyimpan nilai, sejarah, makna, dan cerita kehidupan masyarakat Nusantara.
Melalui program tersebut, sekolah tidak hanya mengajarkan siswa teknik menari. Para siswa juga diajak memahami nilai-nilai yang terkandung dalam seni tradisional, seperti gotong royong, kreativitas, kedisiplinan, serta semangat kebinekaan.
“Kegiatan ini hadir sebagai sarana pembelajaran langsung bagi para siswa untuk mengenal, mempelajari, mempraktikkan, hingga menampilkan keindahan seni tari Nusantara,” ujar Kepala SMPN 1 Ngantru melalui pesan WhatsApp, Rabu, 23 September 2026.
Kepala SMPN 1 Ngantru Siti Ngaisah mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Indonesia.
“Kami ingin menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya bangsa sejak dini,” ujar Siti.
Gelar Karya tidak hanya menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka. Sekolah juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
SMPN 1 Ngantru mengundang perwakilan Dinas Pendidikan, Muspika, kepala sekolah dasar, guru kelas VI, serta siswa kelas VI SD di wilayah Kecamatan Ngantru untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Uun Sancahya Hendrayana Sukma turut membuka kegiatan tersebut mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.
Sekolah juga berharap kehadiran para siswa kelas VI SD dapat memberikan pengalaman langsung mengenai lingkungan pendidikan dan budaya sekolah yang positif di SMPN 1 Ngantru. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi gambaran bagi calon peserta didik sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Melalui kegiatan “Satu Gerak Seribu Cerita”, SMPN 1 Ngantru berupaya membangun hubungan positif dengan masyarakat sekaligus membentuk siswa yang berkarakter, percaya diri, dan memiliki kebanggaan terhadap warisan budaya Nusantara. (*)
