KETIK, MALANG – Momentum peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor turut dimanfaatkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) untuk memperkuat jejaring pendidikan Islam di tingkat internasional. Di sela rangkaian kegiatan tersebut, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., bersama Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., serta Guru Besar UIN Malang Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag., bertemu dengan Wakil Grand Syekh Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Prof. Dr. Mohamed Abdel Rahman Al-Duweiny.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus menjajaki penguatan hubungan antara UIN Malang dan Universitas Al-Azhar. Bagi UIN Malang, Universitas Al-Azhar merupakan salah satu institusi pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dan pengalaman dalam mengembangkan pendidikan Islam dengan jejaring keilmuan yang luas, sehingga dapat menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Ilfi menyampaikan harapan agar hubungan antara UIN Malang dan Universitas Al-Azhar dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk kolaborasi. Menurutnya, penguatan jejaring dengan institusi pendidikan Islam internasional menjadi bagian penting dari upaya UIN Malang dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan kontribusi perguruan tinggi Islam di tingkat global.
“Kami berharap hubungan dengan Universitas Al-Azhar ini dapat terus diperkuat. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari Universitas Al-Azhar, terutama dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus mengembangkan pendidikan yang memiliki jangkauan internasional,” ujar Prof. Ilfi.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor IV UIN Malang Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A. Menurutnya, pengalaman Universitas Al-Azhar dalam mengembangkan institusi pendidikan Islam menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari UIN Malang, khususnya dalam membangun perguruan tinggi Islam yang tetap kuat dalam tradisi keilmuan sekaligus mampu berjejaring secara global.
“Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir memiliki pengalaman yang panjang dalam mengembangkan pendidikan Islam. Ini menjadi salah satu hal yang ingin kita pelajari dan contoh, bagaimana pendidikan Islam tetap memiliki akar tradisi yang kuat, tetapi pada saat yang sama mampu berkembang dan memiliki jejaring internasional,” jelas Prof. Hamid.
Ia menambahkan, hubungan yang lebih dekat dengan Universitas Al-Azhar diharapkan dapat membuka ruang pertukaran gagasan, pengalaman, dan keilmuan yang bermanfaat bagi pengembangan UIN Malang. Kolaborasi tersebut ke depan dapat diarahkan pada berbagai bidang yang memungkinkan, sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan kedua institusi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Grand Syekh Universitas Al-Azhar juga menyampaikan kesediaannya untuk berkunjung ke UIN Malang. Rencana kunjungan tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh kedua pihak dengan mempertimbangkan agenda dan waktu yang memungkinkan.
Bagi UIN Malang, kesediaan tersebut menjadi peluang untuk memperluas ruang perjumpaan akademik dengan Universitas Al-Azhar sekaligus membangun komunikasi yang lebih intensif. Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses penguatan hubungan kelembagaan dan pengembangan peluang kolaborasi antara kedua institusi.
“Insyaallah kita berharap beliau dapat berkunjung ke UIN Malang. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat hubungan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Universitas Al-Azhar,” tutur Prof. Ilfi.
Menurutnya, membangun hubungan dengan institusi pendidikan Islam internasional merupakan bagian dari langkah UIN Malang untuk terus memperluas jejaring akademik. Pengalaman dan praktik baik dari lembaga pendidikan Islam dunia diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi UIN Malang dalam mengembangkan kelembagaan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan di tengah momentum satu abad Gontor tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun jejaring antarlembaga pendidikan Islam. UIN Malang berharap komunikasi yang terjalin dengan Universitas Al-Azhar dapat terus berkembang dan menghadirkan berbagai peluang kolaborasi yang mendukung kemajuan pendidikan Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.
