Gelar Kuliah Tamu Internasional, UNT Al-Muafa Sampang Bahas Tantangan AI dan Robotika

5 September 2026 20:59 5 Sep 2026 20:59

Mat Jusi, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gelar Kuliah Tamu Internasional, UNT Al-Muafa Sampang Bahas Tantangan AI dan Robotika

Rekor UNT Al-Muafa menyerahkan cinderamata mata kepada Dirjen Kemdiktisaintek) RI, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani. (Foto: Zainal for Ketik.com)

KETIK, SAMPANG – Universitas Nazhatut Thullab (UNT) Al-Muafa Sampang menggelar Kuliah Tamu Internasional (Kuliah Tamu Internasional) dengan mengusung tema Harnessing Artificial Intelligence (AI) for Research, Sabtu, 5 September 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika UNT Al-Muafa ini menghadirkan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Prof.Dr.Ahmad Najib Burhani. Turut hadir sejarawan asal Malaysia, Assoc. Prof.Ts. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), serta anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Jawa Timur XI, Slamet Ariyadi.

Forum internasional tersebut menjadi ruang pembelajaran mengenai tantangan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di era kecerdasan buatan dan robotika, termasuk pentingnya penguatan kapasitas, karakter, serta daya saing.

Dalam pemaparan materinya, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani menegaskan bahwa AI bukan lagi sekedar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang mempengaruhi sektor pendidikan, kesehatan, perbankan, pertanian, hingga pemerintahan.

“Dunia saat ini tengah memasuki fase perubahan peradaban yang besar. Jika revolusi industri mengubah cara manusia bekerja secara fisik, maka AI mengubah cara manusia berpikir, mengambil keputusan, dan menciptakan inovasi,” ujarnya. 

Ia mengimbau institusi pendidikan tinggi agar merespon cepatnya perkembangan kecerdasan buatan.

Perguruan tinggi dituntut mampu memproyeksikan kebutuhan dunia kerja masa depan agar para lulusannya tidak tergusur oleh disrupsi digital.

“Kementerian terus mendorong pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja masa depan, sekaligus meminta prodi yang ada saat ini untuk segera mengadopsi integrasi teknologi dan AI dalam proses pembelajarannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pesatnya teknologi membawa guru pada era dilema yang membingungkan.

Fenomena ini meredefinisi tata cara belajar, pola interaksi dosen dan siswa, hingga pemaknaan kreativitas melalui pemanfaatan proses berbasis kecerdasan buatan (AI prompting). Oleh karena itu, sistem pembelajaran di perguruan tinggi menuntut jauh lebih fleksibel, adaptif, dan transformatif.

Ia juga menekankan bahwa keunggulan kampus kini tidak lagi diukur dari kemegahan fisik atau jumlah siswa, melainkan dari keunikan (uniqueness) dan mutu pendidikan.

“Jadi, kemajuan perguruan tinggi itu bukan diukur dari bangunan gedungnya, melainkan dari kualitas dan kualitas pendidikannya. Kami percaya Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa mampu berkontribusi dalam peningkatan SDM di Madura, khususnya Kabupaten Sampang,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNT Al-Muafa Sampang, Zairina Muafi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Ahmad Najib Burhani. Ia berharap materi yang disampaikan dapat memperluas wawasan ilmu pengetahuan terkait pemanfaatan AI dan robotika.

Ia juga menyampaikan bahwa UNT Al-Muafa terus berupaya menjadi perguruan tinggi adaptif dengan menyajikan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui sinergi berkelanjutan bersama Kemdiktisaintek.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui sektor pendidikan yang berkualitas dengan biaya kuliah yang terjangkau,” tutur mantan anggota DPR RI tersebut. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kemdiktisaintek Ri Kuliah Tamu Unt Sampang Unt Al-muafa Ahmad Najib Burhani Zairina Muafi Kuliah Tamu Internasional Artificial Intelligence Ai Untuk Riset pendidikan tinggi Kemdiktisaintek Universitas Sampang Kabupaten Sampang Berita Sampang Info Sampang