KETIK, SIDOARJO – MI Ma’arif NU Ketegan Bilingual Islamic School, Sidoarjo, memadukan pendidikan agama, pelestarian budaya, dan penguatan bahasa dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Rangkaian kegiatan digelar di halaman sekolah pada Jumat (23 Oktober 2026). Mulai istighotsah, Santri Day Commemoration Ceremony, upacara bendera, Santri Nusantara Fashion Show Competition, serta pengukuhan Duta Bahasa.
Pengukuhan Duta Bahasa menjadi wujud komitmen madrasah dalam menumbuhkan kecintaan kepada bahasa, membiasakan komunikasi santun, dan meningkatkan kemampuan berbahasa siswa.
Sementara itu, Fashion Show Santri Nusantara menampilkan siswa dalam balutan busana Islami yang merepresentasikan keberagaman daerah di Indonesia. Selain memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara, kegiatan ini menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia sejak dini.
Kepala MI Ma'arif NU Ketegan Bilingual Islamic School Hj Umi Salamah menyampaikan sambutan Hari Santri Nasional pada Jumat (23 Oktober 2026).
Kepala MI Ma’arif Ketegan Bilingual Islamic School Hj Umi Salamah mengatakan, tema Nusantara diangkat untuk memperkuat kecintaan siswa kepada budaya bangsa sekaligus menumbuhkan nasionalisme.
“Melalui tema Nusantara ini, anak-anak dapat mengenal berbagai pakaian Islami dan budaya Indonesia. Kami ingin menanamkan kepedulian terhadap budaya bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta Tanah Air,” ujarnya.
Menurut Hj Umi Salamah, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari pendidikan karakter. Siswa belajar menghargai perbedaan, menumbuhkan toleransi, dan memahami keberagaman sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga.
Melalui momentum bertema “Santri Berdaya, Indonesia Kuat”, MI Ma’arif Ketegan menegaskan komitmennya membentuk generasi yang berakhlak mulia, cakap berbahasa, mencintai budaya, serta memiliki wawasan kebangsaan. Perpaduan nilai keislaman dan nasionalisme diharapkan menjadi bekal siswa untuk berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (nas/*)
