Bukan Cuma Jago Kitab! Abah Imam Beberkan 6 'Skill' Wajib Santri Al Azhaar Tulungagung di Hari Santri 2026

23 Oktober 2026 15:54 23 Okt 2026 15:54

Sugeng Hariyadi, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Bukan Cuma Jago Kitab! Abah Imam Beberkan 6 'Skill' Wajib Santri Al Azhaar Tulungagung di Hari Santri 2026

Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung, Kamis 22 Oktober 2026 memperingati HSN Ke - 12 . (Foto : Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Pesantren Al Azhaar Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menanamkan enam karakter utama sebagai bekal santri menghadapi tantangan zaman.

Sebanyak 1.200 santri mengikuti peringatan tersebut pada Kamis, 22 Oktober 2026. Mereka mengenakan sarung dan peci hitam serta berbaris bersama sekitar 200 guru dan tamu undangan.

Pengasuh Pesantren Al Azhaar, KH Imam Mawardi Ridlwan atau Abah Imam, memanfaatkan momentum Hari Santri untuk membangkitkan semangat para santri. Ia menegaskan bahwa peran santri tidak terbatas pada mempelajari ilmu agama di lingkungan pesantren, tetapi juga mencakup pengabdian kepada masyarakat dan negara.

"Santri harus siap belajar, siap berdakwah, dan saat negara memanggil, santri harus paling siap membela negara," ucap Abah Imam.

Ia kemudian memaparkan enam karakter kunci yang perlu dimiliki santri agar mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Karakter pertama adalah setia, yakni memegang teguh ajaran agama, menghormati kiai, serta menjaga komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedua, proaktif, yaitu berani mengambil peran dan bertindak nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap ini, menurut pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut, mencerminkan semangat para santri yang turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

Ketiga, tawakal. Santri perlu mengerahkan kemampuan dan bekerja keras secara maksimal, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Keempat, prigel atau terampil. Santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kecakapan hidup (life skill) yang bermanfaat untuk memasuki dunia kerja dan berinteraksi di tengah masyarakat.

Kelima, resik, yang mencakup kebersihan lingkungan, kerapian penampilan, serta kebersihan hati. Karakter ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan lahir dan batin dalam kehidupan sehari-hari.

Keenam, ikhlas, yakni menjalankan setiap pekerjaan dan pengabdian dengan niat yang tulus agar bernilai ibadah.

Selain memberikan penguatan karakter, Pesantren Al Azhaar juga memberikan penghargaan kepada santri yang menorehkan prestasi. Sejumlah santri menerima apresiasi atas keberhasilan mereka menjuarai kompetisi tahfiz Al-Qur'an dan baca kitab, baik di tingkat kabupaten maupun nasional.

Para santri berprestasi tersebut tidak hanya menerima trofi, tetapi juga dana pembinaan dari LAZTA Al Azhaar. Dukungan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar mereka terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi lebih tinggi.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pesantren Al Azhaar menjadi momentum untuk memperkuat komitmen membentuk generasi yang berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan, memiliki keterampilan, serta siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Melalui penanaman enam karakter tersebut, santri diharapkan mampu menjaga tradisi pesantren sekaligus mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan masyarakat dan negara. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ponpes Al Azhar HSN Santri Tulungagung Hari Santri Nasional