KETIK, SIDOARJO – Masih ada saja sekolah yang berani mengabaikan peringatan Bupati Sidoarjo Subandi. Sejumlah kegiatan out door learning (ODL) sekolah diadukan ke Bupati Subandi. Wali murid mengeluh keberatan dan terbebani biaya aktivitas belajar luar ruang yang dilakukan hingga ke luar kota.
"Saya ingatkan mulai dari kepala sekolah. Jangan memaksakan ODL yang memberatkan para wali murid. Ini tanggung jawab Dinas Pendidikan. Segera lakukan evaluasi,” ujar Bupati Subandi saat memberikan sambutan dalam Launching Kompetensi Inovasi Sidoarjo (KISI) Award 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (16/9/2026). Acara itu dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sidoarjo.
Bupati Subandi meminta sekolah tidak memaksakan kegiatan yang dapat menambah beban pengeluaran para wali murid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo diperintahkan cepat mengevaluasi pelaksanaan ODL di sejumlah sekolah. Baik tingkat SD maupun SMP negeri dan swasta.
Evaluasi tersebut juga diminta ditindaklanjuti oleh Pj (Penjabat) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman. Sebab, ada sekolah yang menarik biaya ODL siswa sampai Rp 1,2 juta. Tujuannya adalah daerah wisata di Provinsi Jogjakarta. Para wali murid pun keberatan. Protes.
Menurut Subandi, pelaksanaan kegiatan sekolah perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi wali murid. Kegiatan ODL diharapkan tetap memberikan pengalaman dan manfaat bagi siswa tanpa menambah beban pengeluaran orang tua.
“Saya minta mulai dari kepala sekolah jangan memaksakan ODL yang memberatkan para wali murid. Ini tanggung jawab Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi,” ujar Subandi.
Bupati juga menegaskan bahwa kegiatan ODL tidak harus dilaksanakan ke luar daerah apabila biaya yang dibutuhkan cukup besar. Sekolah dapat memilih lokasi yang lebih dekat dengan tetap memperhatikan tujuan kegiatan pembelajaran.
“Kalau ODL memberatkan Bapak-Ibu wali murid, lebih baik ODL tidak usah jauh-jauh. Sudah ODL di alun-alun atau di destinasi wisata yang ada di Sidoarjo saja,” tandasnya.
Bupati Subandi mencontohkan laporan wali murid tentang kegiatan ODL siswa SMP ke Malang. Kegiatan itu membutuhkan biaya sampai Rp1 juta lebih untuk kegiatan selama dua hari.
“Acara di Malang, ODL anak SMP, dikenakan satu juta berapa, dua hari. Ini tidak boleh,” tegasnya.
Untuk itu, Bupati Subandi meminta Disdikbud Sidoarjo bersama jajaran sekolah menindaklanjuti evaluasi pelaksanaan ODL. Harus dipastikan agar kegiatan sekolah tetap berjalan sesuai ketentuan. Yang terpenting, memperhatikan kondisi wali murid.
“Kondisi ekonomi seperti ini. Mari kita lihat dampaknya yang dirasakan masyarakat. Jangan sebentar-sebentar ODL, ternyata masih ada warga yang komplain,” tegas Bupati Subandi.
Selain biaya kegiatan, Bupati Subandi juga meminta sekolah memberikan kesempatan yang terbuka dalam penggunaan jasa transportasi. Sekolah tidak diminta terpaku pada penyedia kendaraan tertentu. Asal, kendaraan yang digunakan memenuhi aspek keselamatan dan kelayakan.
“Masyarakat Sidoarjo banyak yang punya bus. Pakai itu kalau busnya bagus. Tidak usah ada intervensi bus dan yang lainnya,” ujarnya. (*)
