KETIK, MALANG – Enam tim dikabarkan akan ambil bagian dalam perhelatan Liga 1 Putri 2026. Kabar ini pun melahirkan beragam spekulasi di kalangan pencinta sepak bola putri Indonesia.
Keenam tim tersebut seluruhnya berasal dari wilayah Jabodetabek, yakni Persita Tangerang, Persija Jakarta, Bekasi FC, Persikad Depok, Garudayaksa, dan Dewa United. Kondisi ini memicu banyak pertanyaan terkait posisi dan kesiapan Arema FC Women, tim yang selama ini dikenal konsisten menjalankan pembinaan meski kompetisi resmi nasional vakum sejak 2019.
Menanggapi berkembangnya informasi tersebut, Pelatih Kepala Arema FC Women, Nanang Habibi, memberikan klarifikasi. Berdasarkan informasi yang ia terima dari pihak penyelenggara, ajang yang diikuti oleh enam tim Jabodetabek tersebut merupakan fase praliga, bukan kompetisi Liga 1 Putri secara penuh. Tujuannya adalah untuk mengukur sistem dan regulasi kompetisi.
"Arema FC Women siap. Cuma info dari penyelenggara, ini hanya percobaan sistem dan regulasi, makanya pakai wilayah Jabodetabek," tegas Coach Nanang, Kamis, 9 Juli 2026.
Berdasarkan informasi yang ia terima, ada beberapa poin penting mengenai pelaksanaan ajang tersebut. Pertama, kegiatan tersebut masih berstatus praliga sehingga belum menjadi kompetisi resmi Liga 1 Putri.
Kedua, fokus utama penyelenggaraan adalah menguji sistem kompetisi, regulasi, serta aspek operasional sebagai bahan evaluasi kompetensi yang digelar secara penuh. Ketiga, pemilihan tim yang seluruhnya berasal dari Jabodetabek dikarenakan pertimbangan efisiensi dan kemudahan koordinasi selama masa simulasi.
Setelah seluruh proses evaluasi tersebut selesai, kompetisi Liga 1 Putri secara nasional direncanakan akan digelar dalam skala yang lebih luas.
Coach Nanang menegaskan bahwa Arema FC Women selalu menghormati setiap tahapan yang sedang dipersiapkan PSSI dalam membangun kembali kompetisi sepak bola putri nasional.
Menurutnya, fase praliga adalah sebuah langkah positif untuk memastikan kompetisi berjalan lebih profesional ketika resmi digelar. Coach Nanang terus menegaskan kesiapan dari Arema FC Women dalam praliga maupun Liga 1 Putri.
"Istilahnya mungkin ini baru praliga. Kalau kita di Arema FC Women prinsipnya selalu siap, baik ikut praliga maupun liganya yang sesungguhnya nanti," ujarnya.
Meski tidak terlibat dalam fase uji coba regional tersebut, program pembinaan Arema FC Women dipastikan tetap berjalan sesuai rencana. Tim berjuluk Ongis Kodew ini terus konsisten menggelar latihan berkesinambungan dan mengembangkan talenta muda lewat pembinaan kelompok usia.
Komitmen ini dibuktikan dengan keikutsertaan Arema FC Women U-15 dan U-18 yang tengah berlaga pada Putaran Nasional Hydroplus Soccer League 2025/2026 di Kudus. Pengalaman bertanding di level nasional tersebut menjadi bagian dari proses penggodokan kualitas pemain, sekaligus bukti nyata bahwa roda pembinaan di Arema FC tidak pernah berhenti.
Manajemen dan tim pelatih menegaskan akan terus mempersiapkan tim sebaik mungkin. Arema FC Women siap ambil bagian kapan pun kompetisi maupun turnamen resmi sepak bola putri nasional kembali ditabuh.
Mereka juga berharap tahapan praliga yang disiapkan PSSI ini mampu menjadi fondasi yang kuat bagi lahirnya kompetisi sepak bola putri Indonesia yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. (*)
.png)