Keputusan Wasit Berubah, Banteng VC Walkout di Final NJU Cup 2026

25 Oktober 2026 03:56 25 Okt 2026 03:56

T. Rahmat

Editor
Thumbnail Keputusan Wasit Berubah, Banteng VC Walkout di Final NJU Cup 2026

Pelaksanaan final NJU Cup di Nagan Raya berakhir walkout tim Banteng VC asal Kabupaten Aceh Barat Daya setelah wasit merubah keputusan, Sabtu malam (24/10/2026). (Foto: Ist)

KETIK, NAGAN RAYA – Banteng VC asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, memilih walkout dari grand final NJU Cup 2026 yang dilaksanakan di Espe22 Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Sabtu malam (24/10/2026).

Manajer Banteng VC, Salda, mengatakan, keputusan itu diambil sebagai bentuk protes atas keputusan pertandingan yang dipersoalkan serta dugaan ketidaknetralan wasit, panitia dan pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nagan Raya.

Ia menilai pelaksanaan pertandingan final tersebut menyisakan sejumlah persoalan, mulai dari kesiapan panitia hingga jumlah hakim garis. Menurutnya, pertandingan final yang semestinya melibatkan empat hakim garis hanya dihadiri dua orang.

Salda juga mempersoalkan dugaan keterlibatan Ketua PBVSI Nagan Raya dalam pertandingan dengan memberikan dukungan kepada salah satu klub yang berlaga di partai final.

“Ini mencoreng sportivitas olahraga bola voli. Panitia dan seluruh perangkat pertandingan seharusnya menjaga netralitas serta memastikan pertandingan berjalan sesuai aturan, bukan justru menimbulkan polemik,” tegas Salda.

Ia menjelaskan, polemik memuncak pada set penentuan atau set kelima ketika Banteng VC unggul 13-12 atas UD Tiara VC. Setelah bola menyentuh lantai, hakim garis dan wasit utama disebut menyatakan poin tambahan bagi Banteng VC sehingga skor menjadi 14.

Namun, keputusan itu kemudian dipersoalkan dan dinyatakan replay setelah adanya dugaan intervensi yang diduga dilakukan oleh oknum ketua PBVSI Nagan Raya. Perubahan keputusan tersebut memicu keberatan dari Banteng VC.

“Kalau keputusan wasit bisa berubah setelah adanya intervensi pihak lain, apa dasar dan aturan yang digunakan? Kami mempertanyakan proses pengambilan keputusan tersebut. Pertandingan harus dipimpin secara adil, transparan, dan sesuai regulasi,” ujar Salda.

Merasa keberatan atas perubahan keputusan tersebut, Banteng VC akhirnya meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir. Salda menilai persoalan ini perlu mendapat penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan keraguan terhadap integritas penyelenggaraan kompetisi bola voli.

"Kalau memang juara tidak boleh diambil oleh tim dari luar daerah dan panitia tidak siap, jangan laksanakan kegiatan seperti ini. Kami akan perkarakan hal ini," tegas Salda.

Hingga berita ini ditulis, pihak panitia NJU Cup 2026, perangkat pertandingan, dan PBVSI Nagan Raya belum memberikan keterangan resmi terkait keberatan Banteng VC. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan berimbang. (*)

Tombol Google News

Tags:

Nagan Raya Nju Cup Aceh Barat Daya Banteng VC Walkout Pbvsi Nagan Raya Pbvsi Aceh Bola Voli