KETIK, MALANG – Industri sepak bola membuka peluang karier bagi lulusan berbagai disiplin ilmu, mulai dari bisnis, keuangan, kesehatan, hingga teknologi dan media. Mahasiswa pun berpeluang berkarier di industri ini tanpa harus menjadi pemain sepak bola.
Peluang tersebut dibahas dalam kegiatan iLeague BRI Goes to Campus yang digelar di Aula Lantai 9 GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan ini memperkenalkan beragam profesi di industri sepak bola sekaligus mendorong mahasiswa mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marjuni, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi sepak bola melibatkan banyak sektor, tidak hanya pemain dan pelatih. Ada pula kebutuhan tenaga profesional di bidang transportasi, perhotelan, konsumsi, keamanan, UMKM, sponsor, hingga media.
“Ketika pertandingan sepak bola digelar, bukan hanya berbicara soal teknik, tetapi banyak aspek kehidupan ekonomi yang bisa berjalan di sana,” jelasnya.
Para narasumber iLeague BRI Goes to Campus di Aula Lantai 9 GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin, 12 Oktober 2026, memaparkan beragam peluang karier di industri sepak bola. (Foto: iLeague)
Menurut Hanif, klub sepak bola juga membutuhkan tenaga profesional dengan keahlian beragam, seperti staf media, analis data, tenaga medis, ahli gizi, pengelola bisnis, hingga operator teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Karena itu, mahasiswa dari berbagai program studi memiliki peluang untuk memasuki industri sepak bola sesuai bidang keilmuannya. Kemampuan bahasa Inggris dan kemauan mengembangkan kompetensi juga menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan industri.
Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, turut menegaskan pentingnya tenaga profesional dalam pengelolaan klub. Selain aspek teknis olahraga, klub membutuhkan dukungan di bidang bisnis, media, dan kesehatan.
Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman praktik agar lebih memahami kebutuhan industri dan mampu menerapkan ilmu yang dipelajari selama kuliah.
“Harapannya, kita tidak hanya berhenti di acara seminar hari ini, tetapi ada yang berkesinambungan, agar mahasiswa bisa mengasah ilmunya kemudian mengaplikasikannya,” urainya.
Sudarmaji mengatakan, Arema FC membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti praktik kerja, magang, maupun penelitian. Mahasiswa komunikasi, misalnya, dapat mempelajari jurnalistik olahraga, sedangkan mahasiswa ekonomi bisa mendalami pengelolaan bisnis klub.
Adapun mahasiswa dari bidang kesehatan dan teknik dapat mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan operasional klub sepak bola.
Dari sisi bisnis, Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak, menjelaskan bahwa sepak bola memiliki jangkauan luas dan turut menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Aktivitas tersebut antara lain mencakup transaksi tiket dan pemenuhan kebutuhan pendukung pertandingan.
“BRI ingin memberikan makna kepada Indonesia, salah satunya melalui olahraga sepak bola yang banyak diminati masyarakat di berbagai daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM, menekankan bahwa mahasiswa perlu melengkapi bekal akademik dengan pengalaman praktik, kemampuan bekerja lintas bidang, dan kemauan untuk terus belajar.
Menurutnya, keragaman latar belakang keilmuan mahasiswa UMM dapat menjadi modal untuk berkontribusi dalam industri sepak bola.
“Untuk bekerja di industri sepak bola, mahasiswa tidak harus menjadi pemain sepak bola,” tegasnya.
Melalui iLeague BRI Goes to Campus, mahasiswa UMM diharapkan semakin mengenali peluang karier di balik penyelenggaraan kompetisi sepak bola. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri juga diharapkan berlanjut melalui program magang, praktik kerja, penelitian, dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional. (*)
