Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur dari Menteri Agama, Bersiap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU

26 Agustus 2026 17:55 26 Agt 2026 17:55

Thumbnail Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur dari Menteri Agama, Bersiap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU

Menteri Agama, Nasaruddin Umar dalam sebuah kesempatan di Surabaya beberapa waktu lalu. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya pada hari ini, Rabu, 26 Agustus 2026. Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan menurut sumber di lingkungan pemerintahan, pihak Istana telah menerima sekaligus merestui keputusan tersebut.

Keputusan mundur itu berkaitan langsung dengan rencana Nasaruddin mengikuti bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sumber pemerintahan yang dikutip Suara.com –jejaring media Ketik.com – menyebut, pengunduran diri diperlukan karena terdapat ketentuan yang mengharuskan pejabat negara mundur apabila hendak maju sebagai calon ketua umum PBNU.

Langkah Nasaruddin terjadi tepat menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Muktamar tersebut menjadi momentum penting untuk menentukan kepemimpinan PBNU lima tahun mendatang.

Sebelumnya, Nasaruddin belum pernah secara terbuka mendeklarasikan pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU. Dalam pernyataan pada awal Agustus, ia mengaku mendapat dorongan dari sejumlah senior dan sahabat di lingkungan NU agar bersedia maju.

Nasaruddin menyebut dorongan tersebut sebagai sebuah amanah yang perlu dipertimbangkan. Ia juga menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin PBNU tetap berada di tangan para muktamirin.

"Bagi saya berkesan. Jadi ketika kita diminta oleh para senior, oleh orang, maka kita sebagai kader harus bersedia. Tapi dengan catatan bahwa siapa pun nanti yang akan diterima muktamirin, maka kita harus menerima," ujar Nasaruddin.

Dengan kabar pengunduran dirinya dari kabinet, langkah Nasaruddin kini menjadi jauh lebih jelas. Ia tidak lagi hanya berada pada posisi sebagai tokoh yang mendapat dorongan untuk maju, tetapi telah mengambil keputusan yang membuka jalan baginya untuk mengikuti kontestasi Ketua Umum PBNU.

 

Muktamar NU ke-35 Jadi Pertarungan Penting

Pengunduran diri Nasaruddin juga terjadi ketika persaingan menuju Muktamar ke-35 NU semakin menghangat. Suara.com menyebut bursa calon Ketua Umum PBNU menjadi salah satu perhatian utama menjelang pelaksanaan muktamar.

Sebelumnya, sejumlah nama beredar sebagai kandidat. Berdasarkan data yang dikutip Suara.com dari Majalah Risalah NU edisi khusus Muktamar Agustus 2026, nama-nama tersebut kemudian mengerucut menjadi tujuh tokoh yang dinilai memiliki basis dukungan dan kapasitas untuk memimpin PBNU.

Salah satu nama yang menjadi kandidat kuat adalah KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang merupakan Ketua Umum PBNU petahana. Gus Yahya telah menyatakan kembali maju untuk mempertahankan kepemimpinannya pada Muktamar ke-35.

Dibantah Kemenag dan Nasaruddin Umar

"Kabar yang menyebutkan Bapak Menteri Agama telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto itu tidak benar alias hoaks. Tidak pernah ada surat pengunduran diri yang dikirimkan ke Istana, dan koordinasi beliau dengan Presiden berjalan sangat baik serta produktif," ujar Ainul Yakin saat dikonfirmasi di Jombang, dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com pada Rabu, 26 Agustus 2026. 

Bantahan tersebut muncul setelah sebelumnya beredar kabar bahwa Nasaruddin Umar telah mengajukan pengunduran diri sebagai Menteri Agama. Informasi itu kemudian dikaitkan dengan rencana Nasaruddin masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Namun, Nasaruddin juga telah membantah kabar tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo pada Rabu, 26 Agustus 2026.

"Kata siapa? Kita tidak pernah. Itu kayaknya ada orang panik itu," ujar Nasaruddin kepada Suara.com. Ia juga menyatakan pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU tidak mengharuskannya mundur dari posisi Menteri Agama.

 

Kemenag Sebut Isu Caketum PBNU Spekulasi Liar

Dikonfirmasi terpisah, Staf Khusus Menteri Agama, Ainul Yakin membantah kabar yang menyebutkan Nasaruddin Umar mundur dari jabatan menteri demi maju sebagai calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 NU.

Menurut dia, narasi tersebut tidak memiliki dasar dan hanya berupa spekulasi. Kemenag memastikan Nasaruddin masih berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama.

"Naratif yang mengaitkan isu pengunduran diri ini menjelang Muktamar dengan bursa pencalonan Ketua Umum PBNU adalah spekulasi liar yang sama sekali tidak berdasar. Bapak Menag saat ini fokus penuh menjalankan amanah untuk memimpin Kementerian Agama dan melayani seluruh umat beragama di Indonesia," tegas Ainul. 

Terpisah, Nasaruddin juga telah membantah kabar tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo pada Rabu, 26 Agustus 2026.

"Kata siapa? Kita tidak pernah. Itu kayaknya ada orang panik itu," ujar Nasaruddin kepada Suara.com. Ia juga menyatakan pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU tidak mengharuskannya mundur dari posisi Menteri Agama.

Kemenag juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ainul mengajak publik melakukan tabayyun atau memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi Kementerian Agama.

Kemenag meminta para muktamirin dan warga Nahdlatul Ulama tetap tenang menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Pemerintah berharap forum tersebut dapat berlangsung kondusif tanpa terganggu informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Nasaruddin Umar Menteri Agama Ketua Umum PBNU Muktamar Ke-35 Nu Muktamar Nu 2026 PBNU Kabinet Merah Putih