BRIN Sebut Logam Misterius di Kebun Sawit Kalteng Ternyata Sampah Roket China

21 Oktober 2026 08:31 21 Okt 2026 08:31

M. Rifat, Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BRIN Sebut Logam Misterius di Kebun Sawit Kalteng Ternyata Sampah Roket China

Logam berbentuk kubah ditemukan lagi di kebun sawit Kotawaringin Timur, Kalteng. (Foto: dok BRIN)

KETIK, KOTAWARINGIN TIMUR – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan benda logam berukuran cukup besar yang ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit milik PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah merupakan sampah antariksa bekas roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) asal China. Begini penjelasan BRIN.

"Ini objek kedua setelah kemarin juga ditemukan objek logam terkoyak di kebun sawit. Sumbernya diduga sama, sampah antariksa bekas roket ZhuQue-2E milik China. Sampah antariksa tidak bisa diprakirakan secara pasti titik jatuh dan waktunya, tetapi lintasan orbitnya bisa ditentukan," kata Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Thomas menjelaskan benda logam itu merupakan pecahan badan roket, termasuk tabung bahan bakar. Dia juga mengungkapkan sampah itu jatuh di banyak lokasi.

"Itu pecahan badan roket dengan komponen-komponen di dalamnya, termasuk tabung bahan bakar. Pecahannya tersebar di banyak lokasi sepanjang orbit terakhirnya," ujar dia.

Thomas mengatakan objek sampah antariksa tak bisa diprediksi kapan waktu jatuh ke bumi. Ia menyebut sampah antariksa negara manapun acak jatuhnya.

"Indonesia pernah kejatuhan objek sampah antariksa milik Uni Sovyet/Rusia, China, dan Amerika Serikat. Sampah antariksa milik negara mana pun acak jatuhnya, sebagian besar jatuh di lautan, hutan, dan gurun," tambah dia.

Sebelumnya, sebuah benda logam berukuran cukup besar kembali ditemukan di tengah perkebunan kelapa sawit Kawasan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Benda berwarna kuning pudar itu menarik perhatian warga karena punya bentuk menyerupai kubah dengan kabel serta sejumlah komponen logam.

Benda itu memiliki permukaan melengkung menyerupai kubah atau setengah lingkaran. Pada beberapa bagiannya terlihat deretan paku keling (rivet) yang masih menempel. Objek tersebut ditemukan tergeletak di antara pelepah kelapa sawit yang berserakan.

Penemuan terbaru ini menambah perhatian warga setelah dilaporkan terdengar suara dentuman keras disertai gemuruh dari arah langit di wilayah Kotim pada Minggu (18/10) sore.

Sehari kemudian, Senin (19/10), warga juga menemukan pecahan logam berukuran cukup besar di kawasan yang sama, diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar cair roket. (*)

Tombol Google News

Tags:

Sampah Antariksa BRIN Roket China