KETIK, BATU – Kreativitas berbasis potensi alam terus dikembangkan Lucky Garden melalui Moss Wall Art, karya dekorasi yang mengolah lumut menjadi elemen artistik untuk mempercantik berbagai ruang.
Berbasis di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, karya tersebut kini telah merambah sejumlah daerah di Indonesia, bahkan menghiasi Bandara Labuan Bajo dan Gedung DPRD Kota Surabaya.
Owner Lucky Garden, Tendra Lucky Kurniawan menjelaskan, moss art merupakan bentuk karya seni yang menggunakan lumut, baik dalam kondisi hidup maupun yang telah melalui proses pengawetan atau preserved moss.
Material tersebut kemudian diolah menjadi dekorasi interior hingga instalasi seni dengan beragam bentuk dan konsep.
“Moss art merupakan karya seni yang memanfaatkan lumut hidup maupun lumut awetan (preserved moss) sebagai media untuk menciptakan dekorasi interior hingga instalasi seni,” ujarnya, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Salah satu material yang digunakan adalah preserved moss atau lumut alami yang melalui proses pengawetan tertentu. Proses tersebut membuat lumut tidak lagi tumbuh seperti tanaman hidup, tetapi karakter visual dan teksturnya tetap dipertahankan.
Keunggulan preserved moss, jelas dia, terletak pada kemudahan perawatannya. Material tersebut tidak membutuhkan penyiraman secara rutin, pemangkasan, maupun pemberian pupuk seperti tanaman hidup pada umumnya.
“Tidak perlu disiram, dipangkas, atau diberi pupuk. Cukup pasang dan nikmati keindahannya sepanjang waktu,” tambah tendra.
Selain praktis, Moss Wall Art juga menawarkan konsep dekorasi yang mengedepankan penggunaan material alami. Lumut yang telah melalui proses preservasi dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghadirkan nuansa hijau ke dalam ruangan tanpa harus merawat tanaman secara intensif.
Dari sisi ketahanan, proses preservasi membuat karya berbahan moss dapat digunakan dalam jangka waktu panjang. Dengan proses dan perawatan preservasi yang tepat, moss wall disebut mampu bertahan hingga sekitar 10 tahun tanpa perubahan warna yang signifikan.
Keberadaan lumut sebagai elemen dekoratif juga tidak hanya mengandalkan nilai visual. Tekstur material yang padat memiliki kemampuan membantu menyerap suara sehingga dapat memberikan suasana ruang yang lebih tenang dan nyaman.
“Kami bisa menyesuaikan bentuk, ukuran, dan nuansa warna hijau sesuai kebutuhan serta selera desain interior,” tutur Tendra.
Fleksibilitas tersebut membuat Moss Wall Art dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk dan ukuran. Penataan lumut juga dapat disesuaikan dengan konsep ruangan, sehingga setiap karya dapat memiliki karakter visual yang berbeda.
Pengembangan karya Lucky Garden tidak berhenti di Kota Batu. Produk MossWallArt telah dipasang di sejumlah wilayah di Indonesia. Dua lokasi yang menjadi bagian dari perkembangan karya tersebut adalah Bandara Labuan Bajo dan Gedung DPRD Kota Surabaya.
Perkembangan tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Batu. Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi kreativitas Lucky Garden yang mampu mengolah lumut menjadi karya seni sekaligus membawa produk kreatif dari Desa Sidomulyo ke berbagai daerah.
Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur menilai karya tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan, terutama dalam memperluas jangkauan pasar. Menurutnya, kreativitas berbasis potensi lokal seperti MossWallArt dapat menjadi salah satu produk ekonomi kreatif yang memiliki daya saing lebih luas.
“Ini karya yang luar biasa. Prosesnya menarik dan perawatannya juga mudah. Pemerintah Kota Batu tentu mendukung agar Lucky Garden terus berkembang dan semakin dikenal di tingkat nasional,” puji Cak Nur.
Pemkot Batu juga berencana memberikan ruang bagi karya Moss Wall Art untuk hadir di lingkungan gedung Balai Kota Among Tani. Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelaku usaha lokal sekaligus upaya memperkenalkan karya berbasis potensi daerah.
Cak Nur berharap pengembangan Moss Wall Art dapat terus dilakukan sehingga karya yang berawal dari Desa Sidomulyo tersebut semakin dikenal. Dengan karakter produk yang fleksibel, bernilai estetika, serta mengusung material alami, Lucky Garden dinilai memiliki peluang untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional. (*)
.png)